Rabu, 03 Mei 2017

Asam Urat

Asam urat ialah dimana kondisi yang bisa menyebabkan gejala nyeri yang tidak tertahankan, pembengkakan dan rasa panas di sendi. Walaupun semua sendi pada tubuh dapat terkena asam urat akan tetapi yang paling sering terkena ialah sendi jari tangan, lutut, pergelangan kaki dan jari kaki.
Laki-laki lebih rawan terkena penyakit asam urat dibandingkan dengan perempuan
Biasanya yang lebih rawan terkena penyakit asam urat ialah laki-laki dibanding dengan perempuan terutama saat menginjak usia 30 tahun ke atas. Pada perempuan, penyakit ini muuncul setelah mengalami menopause.

Orang yang terserang penyakit asam urat biasanya merasakan gejala yang berkembang sangat cepat hanya dalam beberapa jam pertama. Sakit yang dapat berlangsung selama kurang lebih 5 hari. Tidak hanya terjadi pada sendi pembengkakan juga didaerah sekitar sendi disertai warna kulit yang memerah. Dalam tahap ini penderita akan tidak mampu bergerak secara bebas
Di Indonesia sendiri banyak orang sering salah kaprah menyamakan penyakit asam urat dengan rematik. Padahal rematik biasan dipakai untuk mencirikan rasa sakit pada persendian yang mengalami peradangan, sedangkan asam urat hanya salah satu penyebab nyeri pada persendian. Kenali gejala dan tanda pada asam urat bisa membantu untuk membedakan dengan nyeri yang disebabkanoleh kondisi lain.
Orang mengira jika kadar asam urat dalam darah sangat tinggi maka yang akan terjadi adalah seseorang akan terkena asam urat. Namun perkiraan ini tidak benar adanya karena hanya 1/3 penderita yang mengalami asam urat.

Penyebab Asam Urat

Terjadi penumpukan asam urat pada sendi ialah penyebab pemicu terkena penyakit asam urat. Penyakit ini sendiri sejatinya merupakan limbah yang terbentuk dari penguraian zat purin yang ada di dalam sel-sel tubuh. Karena sebagian besar asam urat dibuang melalui ginjal dalam bentuk urine dan sebagaian kecil lainnya juga dibuang melalui saluran pencernaan dalam tinja.
Apabila asam urat yang dibuang dari tubuh jauh lebih sedikit dari jumlah yang diproduksi, maka asam urat menumpuk dan membentuk kristal-kristal tajam natrium urat yang berukuran mikro yang berletak di dalam sendi atau di sekeliling jaring sendi. Jika kristal-kristal tajam tersebut masuk ke ruang persendian dan menggangu lapisan sendi yang terjadi ialah peradangan yang terasa akan sangat sakit.
Beberapa yang dapat memicu naiknya kadar asam urat dalam darah ialah salah satunya mengonsumsi makanan yang berzat purin tinggi. Salah satu contohnya ialah jeroan hewan, sea food dan daging merah.
Hal yang dapat menyebabkan asam urat selain makan ada juga minuman manis juga beresiko mengalami penumpukan sama urat didalam darah jika mengonsumsinya dan juga mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
Terkena penyakit asam urat juga beresiko tinggi bagi orang yang sedang menjalankan pengobatan menggunakan obat-obatan jenis tertentu, sebagai contoh niacin, aspirin, obat penghambatan enzim dan lain-lain. Dibanding hal tersebut apabila dipandang sebagai bentuk komplikasi, penyakit asam urat beresiko tinggi dialami oleh orang-orang yang sedang menderita penyakit ginjal kronik, penyakit diabetes, hipertensi, obesitas, kolesterol tinggi, psoriasis dan sindrom metabolisme.
Dari faktor pemicu diatas penyakit asam urut juga diduga masuk ke kelompok penyakit turunan alias penyakit genetik. Ini berarti mereka yang memiliki anggota keluarga berpenyakit asam urat beresiko mengalami kondisi yang sama. Menurut penelitian, proporsi dari resiko ini sebesar 20 %.
Jumlah perempuan yang terkena penyakit asam urat jumlahnya sedikit dibandingkan laki-laki kemungkinan ini terjadi terkait dengan kondisi menopause. Setelah perempuan menopause, kadar asam urat bisa meningkat dan mulai merasakan gejala penyakit asam urat.
Dari beberapa faktor-faktor diatas ada juga orang yang memiliki kadar asam urat tinggi dalam darah mereka, tapi tidak ditemukan pembentukan kristal natrium urat pada sendinya. Di antara sebagian orang yang memiliki kadar asam urat sama pun tingkat kerentanannya juga berbeda.

Gejala Asam Urat

Anda mengalami sendi yang tiba-tiba terasa sangat sakit merupakan gejala penyakit asam urat yang sering terjadi. Seringkali para penderita penyakit ini kesulitan untuk berjalan akibat rasa sakit yang sangat membuat tidak nyaman. Walaupun dapat muncul kapan saja, tapi gejala ini seringkali lebih terasa saat malam hari.
Tidak hanya sendi jempol kaki saja, sendi-sendi lain yang terletak di ujung anggota badan juga rentan terkena serangan penyakit asam urat. Contohnya adalah sendi pergelangan kaki, telapak kaki tengah, lutut, pergelangan tangan, jari-jari tangan, dan siku.
Biasanya nyeri berkembang dengan cepat dalam tempo beberapa jam saja. Nyeri hebat ini akan disertai dengan pembengkakan, sensasi panas, serta kemunculan warna kemerahan pada kulit yang melapisi sendi.
Serangan penyakit asam urat umumnya berlangsung dalam kurun 3-10 hari. Saat gejala mereda dan bengkak mengempis, kulit di sekitar sendi yang kena akan tampak bersisik, terkelupas, dan terasa gatal. Meski serangan bisa reda dengan sendirinya, namun kondisi ini tidak boleh diabaikan. Pengobatan harus tetap dilakukan, antara lain untuk mencegah risiko kambuh dengan tingkat keparahan gejala yang meningkat, risiko penyebaran ke sendi-sendi yang lain, dan risiko kerusakan permanen pada sendi.

Diagnosis Asam Urat

Konsultsikan pada dokter apabila anda merasakan gejala asam urat walaupun kerap reda dengan sendirinya. Pengannanya dibutuhkan medis untuk mencegah kekambuhan dan memburuknya kondisi seiring berjalannya waktu.
Untuk benar-benar memastikan apakah Anda menderita penyakit asam urat, dokter perlu melakukan tes khusus untuk mengukur kadar asam urat atau melihat keberadaan kristal-kristal zat tersebut di dalam sendi. Namun sebelum melakukan tes tersebut, pertama-tama dokter biasanya akan menanyakan pada Anda tentang beberapa hal, yaitu:
  • Lokasi sendi yang terasa sakit.
  • Seberapa cepat gejala berkembang dan seberapa sering gejala tersebut muncul.
  • Makanan dengan kadar purin tinggi yang mungkin sering Anda konsumsi.
  • Minuman beralkohol atau minuman berkadar gula fruktosa tinggi yang mungkin sering Anda konsumsi.
  • Obat-obatam pemicu penyakit asam urat yang mungkin sedang Anda gunakan.
  • Penyakit dengan komplikasi penyakit asam urat yang mungkin sedang Anda derita.
  • Riwayat kesehatan keluarga Anda.
Jawaban dari pertanyaan di atas nantinya akan digunakan dokter untuk mendukung hasil tes yang dilakukan.
Salah satu jenis tes yang bisa mendeteksi keberadaan kristal asam urat adalah tes cairan sendi. Di dalam tes ini dokter akan mengambil sampel cairan sinovial di dalam sendi yang mengalami radang menggunakan jarum dan menelitinya melalui mikroskop. Jika pasien memang menderita penyakit asam urat, biasanya kristal-kristal natrium urat hampir selalu terlihat pada sampel cairan sinovialnya. Metode pemeriksaan ini juga membantu dokter untuk memastikan bahwa gejala tidak disebabkan oleh penyakit lain (misalnya septic arthritis dengan gejala pembengkakan dan kemunculan rasa nyeri yang tidak tertahankan disertai demam).
Jenis tes yang kedua adalah pemindaian ultrasound (USG). Tes ini kini marak digunakan karena dianggap paling sederhana dan aman untuk mendeteksi keberadaan kristal natrium urat di dalam sendi yang mengalami radang atau di dalam lapisan kulit dalam.
Selain itu, dokter mungkin juga perlu melakukan tes darah untuk mengukur kadar asam urat di dalam darah. Tes ini juga biasanya dilakukan pada setengah bulan atau satu bulan pasca terjadinya serangan gejala. Alasan dokter perlu menunggu waktu selama itu adalah karena level asam urat cenderung turun ketika serangan berlangsung.
Metode pemeriksaan X-ray biasanya hanya digunakan oleh dokter untuk tujuan pengesampingan. Karena meski kurang mampu mendeteksi keberadaan kristal asam urat di dalam sendi, metode pemeriksaan ini tetap mampu mendeteksi kondisi lain dengan gejala-gejala yang serupa (contohnya adalah chonrocalcinosis atau peradangan sendi akibat pembentukan kristal kalsium). Apabila kondisi-kondisi lain juga tidak ditemukan berkaitan dengan kerusakan sendi yang ada, maka dokter bisa berasumsi bahwa pasien menderita penyakit asam urat.

Pengobatan Asam Urat

Sangat penting beristirahat dengan waktu yang cukup selama anda mengalami serangan penyakit asam urat. Angkat tungkai anda dan hindari sendi yang sedang mengalami radang dari benturan. Kompres sendi dengan sekantong es selama kurang lebih dua puluh menit juga bisa membantu meredakan rasa nyeri. Hindari mengompres lebih dari waktu tersebut dan hindari menempel es secara langsung ke kulit karena dapat merusak kulit.
Segeralah meminum obat yang sudah direkomendasikan oleh dokter begitu anda merasakan serangan penyakit asam urat. Obat yang umum digunakan untuk meredakan peradangan dan nyeri ialah kelompok obat anti inflamasi nonsteroid.
Efek samping penggunaan obat anti inflamasi nonsteroid meliputi sakit maag dan gangguan pencernaan. Untuk meminimalkan timbulnya efek samping tersebut, dokter biasanya akan meresepkan obat penghambat pompa proton sebagai penyerta.
Penting untuk mengikuti seluruh petunjuk pemakaian yang diberikan oleh dokter dalam mengonsumsi obat anti inflamasi nonsteroid. Obat ini biasanya harus terus digunakan selama serangan penyakit asam urat belum reda, hingga dua hari setelah serangan reda untuk mencegah kambuh.
Apabila obat anti inflamasi nonsteroid kurang mampu meredakan gejala penyakit asam urat atau Anda tidak diperbolehkan mengonsumsi obat ini dikarenakan kondisi tertentu, dokter dapat meresepkan colchicine sebagai pengganti yang juga berkhasiat untuk menghilangkan rasa sakit dan pembengkakan. Colchicine jarang menimbulkan efek samping. Efek samping berupa sakit perut, mual, dan diare biasanya timbul apabila obat ini dikonsumsi dalam dosis tinggi.
Dalam kasus ini penyakit asam urat dengan gejala yang parah yang tidak dapat diredakan dengan obat anti inflamasi nonsteroid atau colchicine, dokter biasanya akan meresepkan kortikosteroid. Selain dalam bentuk tablet, obat ini juga bisa diberikan dokter dalam bentuk suntik untuk meredakan nyeri secara cepat.
Apabila digunakan dalam dosis rendah dan dalam jangka waktu singkat, kortikosteroid jarang menimbulkan efek samping. Sebaliknya, jika digunakan dalam dosis tinggi dan jangka waktu lama, obat ini berisiko menimbulkan efek samping, seperti otot terasa lemas, kulit mudah memar, penipisan tulang, dan kenaikan berat badan.

Mencegah terulangnya serangan penyakit asam urat

Makanan yang mengandung banyak purin dapat meningkatkan kadar asam urat di dalam tubuh dan membuat kita rentan untuk terserang gejala penyakit asam urat. Oleh karena itu, hindari makanan semacam itu. Contoh-contoh makanan yang banyak mengandung purin adalah jeroan (jantung, hati, ginjal, dan otak), makanan laut (kerang-kerangan, kepiting, dan udang), daging merah, makanan yang mengandung ragi, dan ikan yang banyak mengandung minyak (sarden, makarel, dan ikan teri). Selain karena jeroan, kadar asam urat juga bisa meningkat apabila kita terlalu banyak mengonsumsi camilan manis, minuman manis, dan minuman beralkohol. Jenis minuman beralkohol yang paling berisiko memicu serangan penyakit asam urat adalah bir, wiski, dan vodka.
Kurangi berat badan apabila Anda memiliki proporsi tubuh kegemukan (obesitas) karena fisik seperti itu akan membuat Anda rentan terhadap serangan penyakit asam urat. Selain itu, jangan mengesampingkan pentingnya berolah raga secara cukup agar tubuh Anda selalu sehat dan bugar. Jika kebetulan Anda sedang merasakan gejala penyakit asam urat, namun ingin menjaga kebugaran fisik, hindarilah melakukan olah raga yang dapat memberikan tekanan pada sendi yang meradang. Sebaiknya pilih olahraga renang karena air dapat ikut menopang berat badan sehingga sendi tidak terlalu mengalami tekanan.
Minum air putih secukupnya tiap hari. Disamping dapat menghindarkan diri dari dehidrasi, air juga dapat memperlancar pembuangan asam urat melalui urine sehingga risiko pembentukan kristal menjadi minim. Disarankan agar kita minum sekitar 6-8 gelas air mineral per hari, bahkan lebih banyak jika kita juga rutin melakukan olahraga atau sedang berada di bawah cuaca panas.
Selain melalui pengaturan makanan, minuman, berat badan, dan olahraga, serangan gejala penyakit asam urat juga bisa dicegah melalui obat-obatan yang diresepkan oleh dokter. Biasanya obat pencegah asam urat diperuntukkan bagi pasien yang sering mengalami kambuh atau pasien yang sudah terkena komplikasi penyakit asam urat. Berikut ini jenis-jenis obat pencegah serangan penyakit asam urat.
  • Allopurinol Tablet yang diminum sekali dalam sehari ini dapat membantu tubuh menurunkan jumlah asam urat dengan cara menghambat enzim yang bertugas mengubah purin menjadi asam urat. Dosis allopurinol harus disesuaikan untuk memastikan tercapainya penurunan kadar asam urat sesuai target, yaitu di bawah 360 umol/L atau 6 mg/dl. Dosis obat ini biasanya akan meningkat tiap 3-4 minggu, tergantung kepada hasil pemeriksaan darah. Kristal-kristal asam urat di dalam tubuh umumnya akan hilang secara total dalam waktu 1-2 tahun masa pengobatan. Kadang-kadang serangan gout dapat terjadi ketika Anda pertama kali menggunakan pengobatan dengan allopurinol. Hal ini disebabkan oleh menyusutnya kristal-kristal yang ada di tulang rawan sendi akibat kadar asam urat yang berkurang drastis hingga di bawah titik jenuh. Kristal yang menyusut tersebut menjadi lebih mudah meloloskan diri dari tulang rawan ke dalam rongga sendi dan akhirnya membuat lapisan sendi atau sinovium mengalami radang. Namun jangan khawatir hal ini akan berhenti setelah tubuh Anda benar-benar bersih dari kristal natrium urat. Yang terpenting adalah Anda jangan menyerah menjalani terapi pengobatan ini demi hasil yang maksimal. Efek samping yang mungkin saja timbul dari penggunaan allopurinol adalah sakit kepala, gangguan pencernaan, diare, dan ruam kulit. Khusus untuk efek samping ruam kulit, temui dokter jika Anda mengalaminya karena bisa jadi itu merupakan tanda alergi terhadap obat.
  • Probenecid Obat ini mampu menurunkan kadar asam urat dengan cara meningkatkan kemampuan ginjal untuk membuangnya. Efek samping yang mungkin saja ada setelah menggunakan probenecid adalah sakit perut, ruam kulit, dan risiko penyakit batu ginjal.

Mencegah penyakit asam urat dengan vitamin C

Menurut sebuah riset, vitamin C dapat mencegah asam urat dengan cara meningkatkan kinerja ginjal dalam menghilangkan asam urat yang ada di tubuh kita. Dosis vitamin C yang dianjurkan sebesar 500 miligram setiap harinya.

Tapi sebelum anda mengonsumsinya sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter karena ditakutkan anda memiliki masalah kesehatan yang bisa bertambah parah, sedang menjalani pengobatan dengan obat yang tidak boleh digunakan bersamaan dengan suplemen vitamin C.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar