Infeksi pada saraf kulit yang biasa dikenal dengan penyakit herpes , disebabkan oleh virus varisela zoster virus yang sama seperti virus cacar air. Virus ini menetap di sekitar tulang belakang dasar tubuh bahkan setelah cacar air sembuh, penyakit ini dapat kembali muncul di lain hari yang kemudian muncul penyaki herpes.
Diagnosis
Dalam mendiagnosis herpes dokter biasanya akan mengambil sampel kulit ruam dan rasa nyeri yang dirasakan pasien dan selanjutnya akan memeriksakannya di laboratorium apabila dibutuhkan. Tidak ada langkah khusus dalam menangani kasus ini sama seperti cacar air, tujuan pengobatan ialah untuk mengurangi gejala sampai penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya. Pengobatan medis yang bisa digunakan untuk mempercepat kesembuhan yang juga mengurangi resiko dengan memberikan obat antivirus. Golongan orang yang khususnya membutuhkan obat antivirus antara orang yang sudah lanjut usia dan orang yang memiliki sistem imun yang rendah. Selain itu antivirus yang diberikan kepada pengidap dengan ruam nyeri yang cukup parah dan apabila herpes berdampak pada mata.
Menangani rasa nyeri sedini mungkin juga dapat menghindarkan pengidap dari komplikasi gangguan saraf. Untuk mengatasi rasa nyeri, ada beberapa jenis obat yang biasanya akan diberikan dokter. Di antaranya adalah :
- Obat pereda sakit, seperti parasetamol, ibuprofen dan kodein.
- Obat antidepresan trisiklik (TCA), misalnya amitriptyline, imipramine, dan nortriptyline. Dokter biasanya akan meningkatkan dosis obat ini perlahan-lahan sampai rasa nyeri dapat teratasi.
- Obat antikonvulsan, misalnya gabapentin dan pregabalin.
Obat antikonvulsan dan antidepresan umumnya membutuhkan waktu beberapa minggu hingga keefektifannya dapat dirasakan pengidap.
Selain obat-obatan, Anda juga dapat melakukan langkah-langkah sederhana untuk mengurangi gejala yang Anda alami, contohnya:
- Mengenakan pakaian longgar dan berbahan lembut seperti katun.
- Menutup ruam agar tetap bersih dan kering guna mengurangi iritasi serta risiko infeksi.
- Hindari penggunaan plester atau apa pun yang berbahan perekat agar tidak menambah iritasi.
Jika ruam dirasa gatal, anda bisa menggunakan losion kalamin guna menguranginya. Akan tetapi hindarilah pemakaian antibiotik oles karena bisa meperlambat proses penyembuhan. Sedangkan luka melepuh yang berair bisa dirawat dan dibersihkan dengan kompres air dingin.
Gejala Herpes
Gejala awal jika mengalami herpes ialah rasa sakit, rasa sakit tersebut dapat berupa rasa panas seperti terbakar bisa juga merasakan seperti tertusuk benda tajam. Selain itu juga muncul rasa gatal dan mati rasa pada bagian yang terkena. Ruam kemudian akan muncul serta berubah menjadi luka melepuh berisi air yang gatal dan menyerupai bintil cacar air. Lepuhan lalu akan mengering dan berubah menjadi koreng dalam beberapa hari.
Gejala herpes hanya muncul pada satu sisi tubuh sesuai dengan saraf yang terinfeksi.
Selain itu, gejala awal penyakit ini terkadang dapat bervariasi. Sebagian kecil pengidap mengalami rasa nyeri tapi tanpa ruam. Berikut adalah gejala-gejala lain yang mungkin menyertai gejala utama:
- Demam.
- Sakit kepala.
- Sensitif terhadap cahaya.
- Rasa lelah dan tidak enak badan.
Faktor Resiko Herpes
Alasan di balik virus varisela yang aktif kembali belum diketahui secara pasti. Meski demikian, ada sejumlah faktor yang diduga memengaruhinya. Faktor-faktor risiko tersebut meliputi:- Usia. Insiden penyakit ini meningkat sejalan dengan bertambahnya umur penderita, umumnya dialami pasien berusia di atas 50 tahun.
- Sistem kekebalan tubuh yang menurun, misalnya karena mengidap HIV/AIDS, menggunakan obat steroid jangka panjang atau immunosupresan, maupun menjalani kemoterapi.
- Mengalami stres secara fisik maupun emosional.
Pengidap herpes juga sebaiknya menghindari kontak dengan bayi yang baru lahir, ibu hamil, serta orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar