Senin, 15 Mei 2017

Kista Ovarium

Kantong yang berisai cairan yang tgerbentuk di dalam ovarium biasa disebut dengan nama kista ovarium, yang berjumlah dua buah satu di sebelah kanan dan satu lagi di sebelah kiri. Ovarium yang memiliki ukuran sebesar biji kenari ialah salah satu dari sistem reproduksi wanita. Organ yang berfungsi memproduksi sel telur tiap bulan dimulai dari masa pubertas hingga menopause serta memproduksi hormon esterogen dan progesteron. Terkadang ovarium bisa mengalami gangguan dan kista termasuk jenis gangguan yang sering terjadi.
Kista ovarium dibagi ke dalam dua jenis utama, salah satunya adalah kista fungsional. Kista fungsional muncul sebagai bagian dari siklus menstruasi. Kista yang tergolong umum terjadi ini tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya. Jenis kista yang kedua adalah kista patologis. Berbeda dengan kista fungsional, kista patologis mengandung sel abnormal. Pada sebagian kecil kasusnya, sel abnormal tersebut bersifat kanker.

Gejala Kista Ovarium

Cukup banyak wanita yang pernah memiliki kista ovarium. Namun, kista umumnya tidak menyebabkan gejala dan dapat hilang sendiri dalam beberapa bulan. Meskipun demikian, kista yang berukuran besar atau pecah berisiko mengakibatkan gejala serius sehingga perlu ditangani melalui operasi. Gejala-gejala kista ovarium yang perlu diwaspadai antara lain perdarahan yang lebih banyak daripada biasanya pada saat menstruasi, siklus menstruasi tidak teratur, sulit hamil, rasa nyeri pada tulang panggul, nyeri saat berhubungan seksual, serta kesulitan buang air besar atau buang air kecil.
Jika kista ovarium menyebabkan gejala, Anda kemungkinan akan dirujuk ke dokter spesialis ginekologi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut (misalnya pemeriksaan organ intim, USG, atau tes darah) guna memastikan diagnosis. Keberadaan kista cenderung tidak menyebabkan gejala. Tetapi jika sel kista tersebut pecah, berukuran besar, atau menyumbat aliran darah ke ovarium, akan muncul beberapa gejala. Di antaranya:
  • Menstruasi yang tidak teratur atau berubah.
  • Nyeri pada tulang panggul beberapa saat sebelum atau setelah menstruasi.
  • Nyeri pada tulang panggul saat berhubungan seks.
  • Sering buang air kecil.
  • Muntah, mual, dan payudara menjadi sensitif seperti saat hamil.
  • Sulit buang air besar.
  • Proses pencernaan yang tidak lancar.
  • Perut terasa kembung.
  • Lebih cepat merasa kenyang dibanding biasanya.

  • Limbung atau pusing.
Penyebab
Kista ovarium terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu kista fungsional dan patologis.

Kista Fungsional
Kista fungsional muncul sebagai bagian dari siklus menstruasi. Kista yang paling umum terjadi ini cepat hilang dan tidak berbahaya. Kista fungsional bisa terbagi menjadi dua jenis yaitu kista korpus luteum dan kista folikel.
Korpus luteum adalah sel yang memproduksi hormon estrogen dan progesteron setelah pelepasan sel telur. Ketika lubang keluarnya sel telur pada korpus luteum tersumbat, penumpukan cairan pun terjadi. Inilah yang menyebabkan korpus luteum berkembang menjadi kista. Kista korpus luteum umumnya akan hilang dalam beberapa bulan, tapi memiliki risiko untuk pecah. Jika terjadi, kista ini dapat menyebabkan pendarahan dan sakit yang datang secara tiba-tiba.
Jenis kista fungsional yang kedua adalah kista folikel. Di dalam ovarium, sel telur berkembang dalam struktur yang dikenal sebagai folikel. Kista folikel terbentuk ketika folikel mengalami gangguan sehingga tidak bisa melepaskan sel telur. Folikel pun membengkak karena penuh cairan dan menjadi sebuah kista. Kista folikel bisa hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu.
Kista Patologis
Kategori kista ini tidak berhubungan dengan siklus menstruasi dan muncul akibat adanya pertumbuhan sel yang tidak normal. Sebagian kecil kista ini bisa bersifat kanker.


Kista dermoid
Kista dermoid adalah jenis kista dengan sel abnormal yang paling umum terjadi pada wanita berusia di bawah 40 tahun.
Kista ini dapat mengandung semua jenis jaringan manusia, misalnya rambut, darah, lemak, tulang, kulit, serta gigi. Hal ini dapat terjadi karena kista ini berasal dari sel yang belum berkembang menjadi sel telur. Sel ini mempunyai kemampuan untuk berubah menjadi sel jaringan tubuh apapun. Kista dermoid umumnya tidak ganas, tapi dapat berkembang dan membesar hingga berdiameter 20 cm sehingga harus diangkat dengan proses operasi.
Kista adenoma
Ini adalah kista yang umum ditemukan pada wanita di atas 40 tahun dan terbentuk dari sel-sel jaringan luar ovarium.
Kista adenoma dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kista adenoma serosa dan kista adenoma mukosa. Kista adenoma serosa biasanya berukuran kecil, tapi dapat mengakibatkan gejala jika pecah. Sedangkan ukuran kista adenoma mukosa dapat berkembang hingga berdiamater 35 cm. Kista ini jarang yang bersifat ganas, tapi dapat menyebabkan ovarium terpelintir sehingga aliran darah ke ovarium pun tersumbat.
Pengobatan
Cara pengoboatan yang disarankan ialah dengan menggunakan produk Teh murbei atau dengan Madu Royal Jelly bisa juga memkonsumsi Curcuma Alba. Dengan kondisi pantangan hindari makanan yang pahit dan pedas, jauhi mengonsumsi daging kambing, kopi dan mie instan. Para penderita juga dituntut untuk bisa mengendalikan emosi kesal dan sedih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar