Tuberkolosis biasa juga dikenal dengan nama TBC ialah penyakit menular para-paru yang disebabkan oleh basil Mycobacterium tubercolosis. TBC disebarkan dari penderita TB aktif yang batuk dan mengeluarkan titik-titik kecil air liur dan terinhalasi oleh orang sehat yang mempunyai kekebalan tubuh sangat kecil. Penyakit ini termasuk salah satu 10 besar penyakit yang nenyebabkan kematian di dunia. Data WHO menunjukan bahwa pada tahun 2015 Indonesia masuk 6 besar negara dengan kasus TBC paling banyak.
Bukan hanya untuk mengatasi batuk-batuk dan sesak napas tantangan setiap penderita TBC. Penelitian terbaru membuktikan infeksi bekteri penyebab TBC meningkatkan resiko kematian akibat kanker paru-paru. Dugaan adanya hubungan antara TBC dengan paru-paru sudah lama menjadi bahan perbincangan. Namun selama ini belum ada satupun penelitian yang membuktikan bagaimana keduanya saling berhubungan. Dan hasilnya pun menunjukan bahwa infeksi TBC dapat meningkatkan resiko kanker paru sampai 10 kali lipat dibandingkan pada partisipan yang sehat. Resikonya penderita TBC terukur 0,263 persen sedangkan pada orang sehat hanya 0,0241 persen.
Gejala
Penyakit ini lebih sering menyerang paru-paru dengan gejala klasik berupa batuk, berat badan turun, tidak nafsu makan, demam dan berkeringat serta batuk berdahak yang berlangsung selama lebih dari 21 hari. Saat tubuh kita sehat, sistem kekebalan tubuh dapat memberantas basil TB yang masuk ke dalam tubuh. Tapi, sistem kekebalan tubuh juga terkadang bisa gagal melindungi kita.
Basil TB yang gagal diberantas sepenuhnya bisa bersifat tidak aktif untuk beberapa waktu sebelum kemudian menyebabkan gejala-gejala TB. Kondisi ini dikenal sebagai tuberkulosis laten. Sementara basil TB yang sudah berkembang, merusak jaringan paru-paru, dan menimbulkan gejala dikenal dengan istilah tuberkulosis aktif.
Penyebab
Mycobacterium tubercolosis ialah penyebab penyakit tuberkolosis yang menyebar melalui udara lewat air liur dari batuk pengidap TBC aktif. Sejumlah orang yang beresiko terkena penularan TB yang lebih tinggi. Kelompok-kelompok meliputi orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pengidap AIDS, diabetes atau orang yang sedang menjalani kemoterapi, orang yang mengalami kekukrangan gizi, perokok, pecandu narkoba
Diagnosis
Tuberkulosis termasuk penyakit yang sulit untuk terdeteksi. Dokter biasanya menggunakan beberapa cara untuk mendiagnosis penyakit ini, antara lain:
Dalam mendiagnosis penyakit ini dokter akan melakukan beberapa cara karena TBC salah penyakit sulit untuk didiagnosis, Rontgen dada, Tes Mantoux, Tes Darah, Tes Dahak.
Pengobatan
Penyakit ini bisa dikatakan cukup serius, namun penyakit ini bisa disembuhkan apabila diobati dengan benar. Langkah pengobatan yang dibutuhkan ialah dengan mengonsumsi beberapa jenis antibiotik dalam waktu yang tertentu. Sementara cara penangan dapat menggunakan Madu Bangka dan Curcuma Alba yang harus dikonsumsi secara rutin oleh penderita dan dianjurkan untuk mengurangi daging kambing dan kopi serta latihan pernapasan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar