Penderita OCD sulit diketahui jumlahnya karena diketahui para penderita pada umumnya tidak pergi ke dokter untuk konsultasi. Namun anda tidak perlu malu apabila mengalami OCD karena akan terbukti efektif untuk-untuk menangananinya dalam langkah-langkah penanganannya.
Para penderita akan berbeda-beda gejala yang akan dialaminya, ada yang ringan dan ada juga yang parah hingga gangguan ini menguasai dan mengendalikan hidupnya. Pada umumnya penderita OCD terpuruk dalam pola pikiran dan perilaku tertentu. Ada empat macam tahap utama dalam kondisi OCD yaitu obsesi, kecemasan, kompulsi dan kelegaan sementara.
Pada saat penderita terus dikuasai obsesi akan muncul rasa takut atau kecemasan, yang kemudian rasa kecemasan akan memancing aksi kompulsi di mana penderita akan melakukan sesuatu agar rasa cemas dan tertekan berkurang. Penderita akan merasa lega sementara apabila telah merasakan perilaku kompulsif, akan tetapu obsesi serta kecemasan akan kembali muncul dan membuat penderita mengulangi pola tersebut.
Sifat perfeksionis berbeda dengan gejala OCD. Menjaga kebersihan serta kerapian yang berlebihan bukan berarti Anda otomatis mengidap OCD. Pikiran OCD bukan hanya sekedar rasa cemas yang ekstrem tentang masalah dalam kehidupan. Jika obsesi dan kompulsi sudah menghambat rutinitas, harap periksakan diri ke dokter atau psikolog.
Obsessive Compulsive Disorder atau OCD masih belum bisa diketahui secara pasti penyebabnya, walaupun demikian banyak riset mengatakan bahwa sejumlah faktor yang dianalisis yang memicu meningkatkan resiko OCD ialah faktor genetika, ketidaknormalan pada otak, kepribadian seseorang, Trauma atau kejadian penting dalam hidup.
Pengobatan yang disarankan dalam menangani penderita OCD bergantung kepada sejauh mana dampak OCD yang dialaminya dalam kehidupan sehari-hari. Mencari bantuan medis adalah hal terpenting bagi penderita OCD karena mereka memiliki kemungkinan untuk sembuh atau setidaknya untuk menikmati hidup dengan mengurangi gejalanya. Apabila tidak ditangani, perasaan tertekan bisa bertambah parah dan membuat penderitanya makin sulit untuk menghadapi OCD sehingga menyebabkan depresi.
Obsessive Compulsive Disorder atau OCD masih belum bisa diketahui secara pasti penyebabnya, walaupun demikian banyak riset mengatakan bahwa sejumlah faktor yang dianalisis yang memicu meningkatkan resiko OCD ialah faktor genetika, ketidaknormalan pada otak, kepribadian seseorang, Trauma atau kejadian penting dalam hidup.
Pengobatan yang disarankan dalam menangani penderita OCD bergantung kepada sejauh mana dampak OCD yang dialaminya dalam kehidupan sehari-hari. Mencari bantuan medis adalah hal terpenting bagi penderita OCD karena mereka memiliki kemungkinan untuk sembuh atau setidaknya untuk menikmati hidup dengan mengurangi gejalanya. Apabila tidak ditangani, perasaan tertekan bisa bertambah parah dan membuat penderitanya makin sulit untuk menghadapi OCD sehingga menyebabkan depresi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar