Senin, 08 Mei 2017

Ketahui lebih lanjut tentang Batu Ginjal

Suatu kondisi ketika material keras yang menyerupai batu terbentuk di dalam ginjal yang biasa disebut batu ginjal ialah penyakit yang berasal dari sisa zat-zat limbah di dalam darah yang disharing oleh ginjal yang mengendap dan mengkristal seiring berjalannya waktu. Sebagian besar kasus penyakit ginjal dialami oleh orang-orang yang sudah berusia 30 tahun keatas. Diperkirakan sepuluh persen wanita dan lima belas persen pria pernah mengalami kondisi seperti ini selama hidup mereka.
Batu yang mengendap di dalam ginjal dapat disebabkan oleh makanan atau masalah kesahatan lain yang mendasari, dilihat dari jenisnya batu ginjal dibagi menjadi empat jenis iaitu batu, kalsium, batu asam urat, batu struvit dan bati sistin.

Gejala Batu Ginjal

Biasanya gejala akibat batu ginjal takkan dirasakan penderitanya apabila batu ginjal berukuran sangat kecil sehingga dapat keluar dari tubuh secara alami melalui ureter dengan mudah. Ureter adalah saluran yang menyambungkan ginjal dengan kantung kemih. Gejala seperti ini baru bisa terasa apabila batu berukuran lebih besar dari diameter saluran ureter. Batu yang besar akan bergeserkan dengan lapisan dinding ureter sehingga menyebabkan iritasi bahkan luka. Oleh sebab itu, urine terkadang dapat mengandung darah. Selain mengiritasi ureter batu ginjal juga dapat tersangkut di dalam ureter yang mengakibatkan pembengkakan akibat infeksi.

Gejala batu ginjal yang bisa muncul jika batu tergeser dengan ureter ialah nyeri pada pinggang, perut bagian bawah atau smaping dan selangkangan yang bisa disertai mual. Sedangkan gejala yang dapat dirasakan apabila penderita batu ginjal mengalami infeksi antaranya urine nampak keruh dan berbau tak sedap, badan lemas, menggigil dan demam tinggi.

Penderita batu ginjal di Indonesia

Menurut riset yang dihimpun oleh Kemenkes pada tahun 2013 diperkirakan penderita yang terdiagnosis batu ginjal untuk umur di atas 15 tahun sebanyak 0.6 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

Diagnosis batu ginjal

Dalam mediagnosis batu ginjal, biasanya pertama-tama dokter akan menanyakan pada pasien mengenai seputar gejala-gejala yang dialami. Dokter juga daoat menanyakan apakah pasien pernah menderita batu ginjal sebelumnya, memiliki history keluarga berpenyakit sama, atau apakah pasien sering mengonsumsu makanan atau suplemen yang dapat menyebabkan terbentuknya batu ginjal.

Pengobatan batu ginjal

Cara pengobatan penyakit batu ginjal yang sering dilakukan ialah tergantung dengan ukura dari batu tersebut. Apabila ginjal masih tergolong kecil atau menengah, serta masih dapat melewatu saluran kemih tanpa harus dilakukan operasi, dokter biasanya akan menyarankan pasien untuk minum air putih yang sesuai dengan takaran yang direkomendasikan.

Dengan adanya aliran cairan secara terus-menerus, diharapkan batu ginjal dapat terdorong keluar dengan sendirinya. Jika gejala yang dirasakan oleh pasien cukup mengganggu biasanya dokter cukup meresepkan obat pereda rasa sakit, contohnya acetaminophen, ibuprofen atau obat anti radang non steroid.
Penanganan batu ginjal yang dengan prosedur khusus (misalnya dengan energi laser, ultrasound, atau operasi) biasanya baru akan diterapkan jika batu berukuran lebih besar sehingga menyumbat saluran kemih pasien.

Pencegahan batu ginjal

Cara mencegah batu ginjal sebenarnya cukup sederhana. Anda hanya perlu minum cukup air putih tiap hari dan membatasi konsumsi makanan, minuman, atau suplemen yang mengandung zat-zat yang berpotensi menyebabkan terbentuknya batu ginjal, seperti zat oksalat, suplemen kalsium, dan protein hewani.
Minum cukup air dan membatasi asupan zat-zat tertentu selain itu pencegahan batu ginjal juga dapat dilakukan dengan mengonsumsi obat yang direkomendasikan oleh dokter. Namun biasanya langkah ini disarankan untuk mencegah kambuh bagi yang sebelumnya pernah menderita hal yang serupa.
Cara mencegah batu ginjal sebenarnya cukup sederhana. Yang pertama adalah dengan minum air putih secukupnya tiap hari. Selain dapat mencegah dehidrasi, minum cukup air putih juga dapat mengencerkan urine Anda sehingga zat-zat limbah yang disaring ginjal dari darah tidak mudah mengendap dan selalu terbuang secara lancar.
Langkah pencegahan kedua adalah membatasi konsumsi makanan, minuman, atau suplemen yang mengandung zat-zat yang berpotensi menyebabkan terbentuknya batu ginjal. Misalnya seperti oksalat, protein hewani, dan suplemen kalsium. Selain itu, pilihlah makanan dengan kandungan garam yang rendah.
Contoh-contoh makanan atau minuman yang mengandung oksalat adalah:

  • Kacang-kacangan, termasuk produk olahan kacang kedelai
  • Ikan sarden
  • Cokelat
  • Teh hitam
  • Ubi
  • Bayam
  • Buah anggur
  • Asparagus

Tetap konsumsi makanan yang mengandung kalsium, karena tubuh membutuhkan kalsium untuk merawat tulang dan gigi. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi tentang nutrisi yang sebaiknya dipenuhi oleh penderiita. Juga diskusikan terlebih dahulu dengan dokter, jika Anda ingin mengonsumsi suplemen kalsium tambahan.
Selain dengan minum air putih secukupnya dan membatasi asupan nutrisi tertentu, pencegahan batu ginjal juga bisa dilakukan dengan cara mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan oleh dokter. Biasanya langkah ini dianjurkan bagi mereka yang pernah menderita batu ginjal agar kondisi tersebut tidak kambuh. Contohnya adalah pemberian allopurinol untuk menurunkan kadar asam urat di dalam darah guna mencegah terbentuknya batu ginjal asam urat, antibiotik untuk mencegah infeksi saluran kemih sebagai pemicu utama batu ginjal struvit, obat diuretik untuk pada pasien penyakit hiperkalsiuria untuk mencegah batu ginjal kalsium, dan obat-obatan penurun kadar zat sistin untuk mencegah batu ginjal sistin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar