Sembelit atau dalam istilah medisnya konstipasi ialah kondisi sulit buang air besar secara teratur, tidak dapat benar-benar tuntas bisa juga tidak bisa sama sekali. Seseorang yang menderita konstipasi bisa dianggap secara umum apabila buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu. Setiap penderita dapat mengalami konstipasi dengan tingkat keparahan yang juga berbeda-beda. Ada yang merasakannya dalam waktu yang singkat dan ada juga yang dalam kurun waktu yang lama dan kronis, konstipasi kronis biasanya menyebabkan rasa sakit dan tidak nyaman yang akan dapat memengaruhi rutinitas sehari-hari.
Peneliti sebelumnya telah menghubungkan sembelit untuk masalah kardiovaskular, sama dengan hubungnnya sembelit dengan kardiovaskular akan mempengaruhi sistem pada ginjal dimana bakteri usus yang dikenal dengan nama microbiome yang berubah lebih jahat. Peneliti menyarankan, perubahan bakteri usus yang menyebabkan sembelit juga dapat disebabkan karena makanan yang melewati sistem pencernaan lebih lambat dari biasanya. Keterlamabatan ini bisa menyebabkan peradangan kronis yang pada akhirnya bisa menyebabkan penyakit ginjal.
Penyebab
Konstipasi ialah merupakan penyakit yang sangat umum dan dapat diderita oleh siapapun, walupun demikian, penyakit ini dua kali lebih banyak dialami oleh wanita daripada pria. Lansia juga termasuk kelompok orang yang lebih sering mengalaminya. Penyakit ini bisa disebabkan pada seseorang lebih dari beberapa faktor, sebagai contoh ialah kurang minum, kurang konsumsi serat , perubahan pola makan serta acuh terhadap keinginan BAB.
Sementara pada anak-anak, pola makan yang buruk, rasa cemas saat menggunakan toilet, dan masalah saat latihan menggunakan toilet bisa menjadi penyebab konstipasi.
Pencegahan
Di samping mengubah pola makan dan gaya hidup, Anda juga bisa mengurangi risiko konstipasi dengan tidak mengabaikan keinginan untuk ke toilet dan mengatur jadwal buang air besar agar bisa dilakukan dengan leluasa dan nyaman. Pencegahan dalam kasus bisa ditangani berbagai macam caranya, tapi apabila dialami dalam jangka yang panjang, konstipasi dapat menyebabkan wasir, impaksi atau menumpuknya tinja kering dan keras di rektum.
Diagnosis
Dalam mediagnosis penyakit ini dokter pada tahap awal akan menanyakan riwayat kesehatan gaya hidup dan gejala. Catatan kesehatan anda juga akan menjadi faktor yang bisa membantu proses diagnosis yang dilakukan oleh dokter. Sejumlah kondisi yang menjadi pertimbangan dokter saat melakukan diagnosis meliputi apakah Anda perlu mengejan lebih lama tiap buang air besar, frekuensi buang air besar yang kurang dari tiga kali seminggu, dan tekstur tinja yang sering kali keras atau berbentuk butiran.
Apabila anda mengalami impaksi pemeriksaan fisik juga akan dilakukan jika ada penumpukan tinja yan kering dan keras di rektum. Pemeriksaan ini dilakukan melalui anus dan meraba perut terkhusus pada pasien anak-anak.
Dalam penangan kasus ini dianjurkan para penderita mengonsumsi Madu Royal Jelly Jambi dan teh Murbei yang harus secara rutin dikonsumsi dan penderita juga dituntut untuk tidak memakan cabe, lebih dianjurkan agar mngonsumsi makan buah dan minum yang cukup agar masalah bisa segera teratasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar