Rabu, 10 Mei 2017

Insomnia

Tidur merupakan keadaan tidak sadar yang terjadi secara alami untuk memungkinkan tubuh anda untuk beristirahat. Saat tidur, tubuh akan melalui siklus yang bergantian antara tidur gerakan mata cepat dan tidur gerakan mata cepat. Anda mungkin akan melalui empat atau lima siklus tidur dalam satu malam. Sebuah penelitian menyimpulkan bahwa angka kasus insomnia di negara berkembang termasuk Indonesia mencapai 150 juta kasus ditahun 2010. Penelitian yang sama menyatakan bahwa di antara delapan negara yang diteliti, Indonesia memiliki kasus insomnia yang termasuk sedikit yaitu tiga koma sembilan persen untuk pria dan empat koma enam persen untuk wanita.

Gejala insomnia

Untuk menentukan ukuran tidur normal sangat sulit karena kebutuhan tidur berbeda-beda bagi tiap orang. Hal tersebut dipengaruhi oleh usia, gaya hidup, lingkungan dan pola makan. Gejala-gejala insomnia yang paling umum diantaranya :

  • Susah tidur.
  • Terbangun di malam hari atau dini hari dan tidak bisa tidur kembali.
  • Merasa lelah, uring-uringan, sulit berkonsentrasi, dan tidak bisa melakukan aktivitas secara baik pada siang harinya.
  • Tidak bisa tidur siang meskipun tubuh lelah.

Penyebab insomnia

Beberapa faktor penyebab insomnia yang pada akhirnya berujung kepad kondisi yang sulit tidur pada jangka waktu yang cukup lama. Mulai dari akibat gaya hidup dan masalah kenyamanan ruangan kamar, hingga akibat gangguan psikologi masalah kesehatan fisik dan efek samping obat-obatan. 

Penyebab seseorang mengidap insomnia bisa bermacam-macam, diantaranya masalah psikologi masalah kesehatan fisik, efek samping obat-obatan, gaya hidup dan faktor kenyamanan di ruangan kamar.

Masalah psikologi sering kali menjadi faktor utama munculnya gejala insomnia, salah satunya adalah stres. Banyak orang yang tidurnya menjadi terganggu karena mengalami stres. Contoh-contoh pemicu stres bisa bermacam-macam. Ada stres akibat sekolah, pekerjaan, masalah keuangan, dan stres akibat hubungan keluarga dan sosial. Selain stres, depresi akibat kehilangan orang terdekat, kehilangan pekerjaan, atau kehilangan hal lain yang berharga juga bisa menyebabkan insomnia.

Insomnia juga bisa disebabkan oleh kecemasan. Orang yang dihinggapi rasa cemas akan sulit untuk memulai tidur. Selain itu, rasa cemas juga dapat membuat seseorang menjadi kesulitan mempertahankan tidur, sehingga dia sering terbangun di tengah malam dan sulit untuk tidur kembali. Contoh-contoh rasa cemas bisa bermacam-macam, di antaranya cemas akan kondisi keuangan, masa depan, dan cemas dalam memikul tanggung jawab. Bahkan rasa cemas dan panik karena tidak bisa tidur pun dapat membuat seseorang benar-benar tidak bisa tidur. Selain stres atau cemas, masalah psikologi lainnya yang dapat menyebabkan insomnia adalah penyakit mental, seperti skizofrenia dan gangguan bipolar.

Masalah kesehatan fisik yang mendasari

Banyak masalah kesehatan fisik dapat menimbulkan gejala yang dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman sehingga mendapat kesulitan untuk memulai atau mempertahankan tidur, contohnya adalah:

  • Menderita penyakit yang menyebabkan nyeri berkepanjangan
  • Gangguan pernapasan (asma dan penyakit paru-paru)
  • Gangguan jantung (gagal jantung dan angina)
  • Masalah otot dan sendi (arthritis)
  • Gangguan hormon (hipertiroidisme)
  • Gangguan saraf (penyakit Parkinson dan Alzheimer)
  • Masalah pada organ kemih (pembesaran prostat dan inkontinensia urine)
  • Penyakit kanker
  • Gangguan pencernaan (penyakit GERD)
  • Stroke
  • Gangguan tidur lainnya (gangguan tidur berjalan, mendengkur, narkolepsi, sindrom kaki gelisah, atau apnea tidur)

Pola hidup yang buruk

Insomnia dapat dipicu oleh kebiasaan atau pola hidup tertentu yang kita jalani, salah satunya adalah waktu tidur yang tidak tetap. Waktu tidur kita yang terus berubah-ubah dapat menyebabkan ritme sirkadian yang berfungsi mengatur metabolisme tubuh, termasuk siklus tidur dan bangun, menjadi terganggu.
Contoh insomnia seperti ini kerap dialami oleh orang-orang yang bekerja dengan waktu yang tidak tetap, mereka yang memiliki kebiasaan tidur siang untuk mengganti kekurangan waktu tidur malam, dan mereka yang mengalami desinkronosis atau pengar setelah melakukan penerbangan jarak jauh.
Mengonsumsi makanan dalam porsi besar juga dapat membuat seseorang sulit tidur. Perut yang terlalu kenyang dapat membuat tubuh tidak nyaman saat direbahkan. Tidur tidak lama setelah makan juga dapat berpotensi menyebabkan sakit ulu hati. Tentu saja dengan kondisi-kondisi tersebut, tidur akan terganggu.
Sama seperti makanan berporsi besar, konsumsi minuman berkafein secara berlebihan, nikotin, dan minuman beralkohol sebaiknya dihindari menjelang waktu tidur. Alkohol memang mengandung zat penenang yang dapat membantu mempercepat tidur Anda, namun tidak bisa membuat Anda tidur hingga mencapai tahap yang lebih lelap.

Faktor lingkungan

Lingkungan kamar tidur yang tidak nyaman dapat mengganggu tidur seseorang, seperti suhu kamar yang terlalu dingin atau panas, suara bising, dan cahaya lampu yang terlalu terang.

Obat-obatan

Beberapa jenis obat (baik yang dijual bebas di apotek atau harus dengan resep dokter) memiliki efek samping yang bisa menyebabkan insomnia bagi orang yang mengonsumsinya. Contoh-contoh obat tersebut adalah:

  • Obat anti-inflamasi nonsteroid/OAINS
  • Salmeterol, salbutamol, dan theophulline (obat-obatan asma)Obat-obatan penghambat beta (biasanya digunakan untuk darah tinggi)
  • Beberapa jenis obat antidepresan
  • Obat-obatan alergi
  • Obat-obatan steroid
  • Obat-obatan stimulan yang digunakan untuk mengatasi narkolepsi dan gangguan hiperaktif
  • Obat-obatan epilepsi

Diagnosis Insomnia

Beberapa hal yang mungkin ditanyakan dokter sebagai upaya mendiagnosis insomnia di antara 

  • Rutinitas tidur Anda
  • Gaya hidup yang buruk, misalnya kebiasaan mengonsumsi kopi atau minuman keras secara berlebihan
  • Porsi olahraga Anda
  • Riwayat kesehatan (penyakit yang mungkin Anda derita)
  • Obat-obatan yang mungkin Anda konsumsi
Selain itu, dokter juga akan meminta Anda membuat buku harian tidur minimal selama dua minggu. Langkah ini dapat membantu dokter memahami pola tidur dan mengukur tingkat keparahan insomnia Anda.
Beberapa informasi yang harus Anda cantumkan di dalam buku harian tidur biasanya meliputi waktu yang dibutuhkan untuk bisa terlelap, pukul berapa kira-kira Anda mulai tidur, berapa kali Anda terbangun di malam hari, dan pukul berapa Anda terbangun. Informasi yang lengkap akan membantu dokter menangani insomnia Anda secara tepat.

Pengobatan Insomnia

Dalam mengobati insomnia, hal pertama yang dilakukan oleh dokter adalah mencari tahu apa yang menjadi penyebab. Jika insomnia didasari oleh kebiasaan atau pola hidup tertentu yang tidak sehat, maka dokter akan menyarankan pasien untuk memperbaikinya. Jika insomnia disebabkan oleh gangguan kesehatan (misalnya gangguan kecemasan), maka dokter akan terlebih dahulu mengatasi kondisi yang mendasari rasa cemas tersebut.
Dalam beberapa kasus insomnia, dokter akan menyarankan pasien menjalani terapi perilaku kognitif. Terapi ini bisa membantu pasien mengubah perilaku dan pola pikir yang memengaruhi tidur mereka.
Dianjurkan untuk anda konsultasikan ke dokter apabila anda kesulitan untuk tidur atau sulit mempertahankan tidur, terlebih lagi apabila hal tersebut berdampak kepada kehidupan sehari-hari anda, kelelahan karena insomnia bisa mempengaruhi suasana hati anda dan menciptakan masalah di dalam hubungan anda dengan orang-orang terdekat dan rekan kerja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar