Sabtu, 27 Mei 2017

Polio

Polio ialah penyakit virus yang sangat mudah menular dan menyerang sistem saraf, khususnya pada balita yang belum melakukan vaksinasi polio. pada kasus yang parah penyakit ini bisa menyebabkan kesulitan bernapas, kelumpuhan atau dan kematian. Sejak awal tahun 2014, WHO organisasi kesehatan dunia telah menyatakan Indonesia sebagai salah satu negara yang bebas dari penyakit ini berkat program vaksinasi polio yang luas, bersama dengan negara lainnya di Asia Tenggara, Pasifik Barat, Eropa dan Amerika. Namun penyakit ini masih rentan di negara seperti Afganistan dan Pakistan dan Nigeria.

Virus yang pada umumnya masuk melalui makanan atau minuman yang telah tercemar tinja menjadi salah satu penyebab penyakit polio. Sama seperti cacar air, polio hanya menyerang manusia. Dalam tubuh manusia, virus polio menjangkiti tenggorokan dan usus. Selain melalui kotoran virus polio juga dapat menyebar melalui tetesan cairan yang akan keluar saat penderitanya batuk dan bersin.

Pemberian vaksin polio bisa meminimalisasi terjangkit virus polio. Anak-anak dan orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, sangat rentan terkena virus polio apabila di lingkungan sekitar tidak mengikuti program imunisasi. Bagi orang yang belum pernah divaksinasi akan berpotensi terjangkit polio yang tinggi apabila tinggal serumah dengan penderita polio, sistem kekebalan tubuh yang menurun, telah melakukan operasi pengangkatan amandel.
Diagnosis awal polio dapat dilakukan dengan menanyakan gejala yang dialami pasien, apakah telah diberikan vaksin polio sebelumnya atau melakukan kontak dengan penderita polio, dan melalui pemeriksaan fisik. Pemeriksaan sampel cairan serebrospinal, tinja, atau lendir akan dilakukan untuk memastikan hasil diagnosis.

Pengobatan untuk menyembuhkan polio belum ada yang bisa apabila virus poliio sudah menjangkiti seseorang. Namun beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai perawatan pendukung untuk mencegah dan membuat penderita merasa nyaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar