Sabtu, 13 Mei 2017

Leukimia

Pengertian Leukimia/Kanker Darah

Kanker yang menyerang sel-sel darah putih biasa dikenal dengan nama kanker darah atau leukimia, sel darah yang berfungsi melindungi tubuh terhadap benda asing atau penyakit. Sel darah putih ini dihasilkan oleh sum-sum tulang belakang. Pada kondisi normal, sel-sel darah putih akan berkembang secara teratur di saat tubuh membutuhkan untuk memberantas infeksi yang muncul. Namun lain halnya dengan pengidap leukimia. sumsum tulang akan memproduksi sel-sel darah putih yang abnormal tidak dapat berfungsi dengan baik dan secara berlebihan. jumlahnya yang berlebihan akan mengakibatkan penumpukan dalam sumsum tulang sehingga sel darah yang sehat akan berkurang. Selain menumpuk, sel abnormal tersebut juga dapat menyebar ke organ lain, seperti hati, limfa, paru-paru, ginjal, bahkan hingga ke otak dan tulang belakang.

Gejala Leukimia

Gejala kanker darah sangat beragam. Tiap penderita biasanya mengalami indikasi yang berbeda-beda, tergantung kepada jenis kanker darah yang diidap.
Indikasi-indikasi kanker ini juga cenderung sulit dikenali karena cenderung mirip dengan kondisi lain, seperti flu. Karena itu, kita perlu mewaspadai gejala-gejala umum yang tidak kian membaik atau mereda, seperti Lemas, Demam, Menggigil, Sakit Kepala, Muntah-muntah, Keringat berlebihan,Nyeri pada tulang, barat bada menurun dan muncul bintik-bintik merah pada kulit. Apabila Anda atau anak Anda mengalami gejala-gejala di atas, segera hubungi dan periksakan diri ke dokter. Terutama untuk gejala yang sering kambuh atau tidak kunjung membaik.
Leukimia belum diketahui secara pasti penyebabnya tapi diduga mutasi DNA dalam sel darah putih menyebabkan perubahan tindakan setiap sel, selain itu perubahan lain dalam sel darah putih akibat faktor gen dan lingkungan juga diperkirakan turut berperan memicu leukimia. faktor penyebab yang diduga dapat meningkatkan resiko antara lain faktor keturunan, pernah menjalani pengobatan kanker, pernah mengalami pajanan terhadap radiasi tingkat tinggi atau zat-zat kimia tertentu dan merokok.
Meskipun begitu, sebagian besar orang dengan risiko tinggi di atas tidak mengalami leukemia. Di sisi lain, penderita leukemia sering kali ditemukan justru pada orang yang tidak memiliki risiko tersebut.
Mendiagnosis
Pada tahap awal, dokter akan menanyakan gejala-gejala yang ada sebelum memeriksa kondisi fisik Anda. Pada pemeriksaan fisik, dokter akan mencari beberapa tanda-tanda leukimia seperti kulit pucat akibat anemia, pembengkakan limfonodi, serta hati dan limpa yang membesar. Jika dokter menduga Anda mengidap kanker darah, dokter akan menganjurkan pemeriksaan lebih mendetail yang meliputi tes darah serta biopsi sumsum tulang.
Pada tes darah, dokter akan mencari kelainan dari jumlah sel darah putih atau platelet. Penderita leukimia umumnya memiliki kadar sel darah putih yang jauh lebih tinggi dibandingkan normal.
Selain itu, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan tes sumsum tulang belakang. Pada pemeriksaan ini, dokter akan menggunakan jarum tipis panjang untuk mengambil sampel jaringan sumsum tulang belakang Anda.  Sampel jaringan ini kemudian akan diperiksa lebih lanjut di laboratorium untuk menunjukkan jenis kanker darah yang Anda alami serta pilihan pengobatan yang paling tepat.
Pengobatan yang disarankan anatara lain dengan menggunakan Teh Murbai atau Curcuma alba. dengan menghindari makan daging, makanan instan dan disarankan makan buah-buahan dan sayuran segar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar