Rabu, 10 Mei 2017

Diare

Diare ialah dimana kondisi yang ditandai dengan encernya tinja yang dikeluarkan dengan frekuensi baung air besar yang lebih sering dibandingkan dengan biasanya. Pada umumnya, diare terjadi akibat konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, virus atau parasit. Biasanya diare hanya akan berlangsung hanya selang beberapa hari saja namun pada sebagian kasus memanjang hingga berminggu-minggu. Diare salah satu masalah kesehatan terbesar di dalam masyarakat Indonesia, menurut riset yang dilakukan oleh Depkes RI pada tahun 2007, diare menduduki peringkat ketiga belas sebagai penyebab kematian semua umur dengan proporsi sebesar tiga koma lima persen. Sedangkan berdasarkan kategori penyakit sedangkan sesuai dengan kategori penyakit menular diare menduduki peringkat yang menyebabkan kematian setelah Pneumonia dan TBC.
Diare bisa berdampak fatal apabila penderita mengalami dehidrasi akibat kehilangan banyak cairan dari tubuh. Oleh sebab itu diare tidak boleh dianggap enteng walaupun kondisi ini umum terjadi.

Gejala Diare

Gejala diare bermacam-macam, dimulai dari yang hanya merasakan sakit perut singkat dengan tinja yang tidak terlalu encer hingga mengalami kram di perut dengan tinja yang sangat encer. Pada kasus diare parah, kemungkinan penderitanya juga akan mengalami demam dan kram perut hebat.

Penyebab Diare

Penyebab diare pada orang dewasa dan anak-anak umumnya adalah infeksi usus. Infeksi usus bisa terjadi ketika kita mengonsumsi makanan atau minuman yang kotor dan terkontaminasi. Mikroorganisme yang sering menyebabkan infeksi usus adalah bakteri, parasit, dan virus seperti norovirus dan rotavirus.
Diare juga bisa timbul akibat faktor-faktor berikut ini:
  • Efek samping obat-obatan tertentu,

  • Faktor psikologi, misalnya gelisah,

  • Konsumsi minuman beralkohol dan kopi yang berlebihan.

Diagnosis Diare

Dalam mendiagnosis diare, dokter biasanya akan menanyakan seputar gejala yang dialami dan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk mencari apakah terjadi dehidrasi. Pada sebagian kasus, dokter perlu melakukan pemeriksaan rektum, meneliti sampel tinja, atau bahkan pemeriksaan darah.

Pengobatan Diare

Jika parah, diare bisa berujung kepada dehidrasi. Dehidrasi memiliki konsekuensi yang fatal dan berpotensi merenggut nyawa penderita, terutama jika terjadi pada anak-anak. Hal ini karena ketahanan tubuh anak-anak terhadap dehidrasi jauh lebih rendah dibandingkan orang dewasa. Maka dari itu, orang tua disarankan untuk mewaspadai tanda-tanda dehidrasi pada anak. Penderita juga disarankan untuk meminum banyak cairan selama diare masih berlangsung.
Oralit bisa diminum untuk menghindari dehidrasi, tetapi konsultasikan pemakaiannya terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker, terutama jika Anda menderita penyakit tertentu, seperti penyakit jantung. Obat antidiare biasanya tidak terlalu dibutuhkan, kecuali bagi mereka yang memiliki aktivitas padat atau yang ingin bepergian jarak jauh. Salah satu obat antidiare yang efektif dan cepat dalam menghentikan diare adalah loperamideMeski begitu, loperamide tidak boleh diberikan kepada anak-anak.
Rata-rata penderita diare sembuh setelah beberapa hari tanpa melakukan pengobatan. Pada orang-orang dewasa, diare biasanya sembuh setelah 2-4 hari. Sedangkan yang terjadi terhadap anak-anak diare biasanya berlangsung lebih lama yaitu antara 5-7 hari. Apabila anak anda mengalami diare yang parah, berkelanjutan atau apabila dia mulai menunjukkan tanda-tanda dehidrasi segeralah konsultasikan anak anda ke dokter.
Begitu juga dengan diare yang membuat kondisi tubuh Anda menurun drastis harus dikonsultasikan kepada dokter, terlebih jika ada darah atau nanah pada tinja Anda.
Pemeriksaan tinja di laboratorium mungkin diperlukan sebagai bagian dari penelitian lebih jauh. Diare yang berlangsung lebih dari beberapa minggu pada orang dewasa bisa diakibatkan oleh sindrom iritasi usus, kanker usus, atau penyakit Crohn.

Pencegahan Diare

Diare bukan saja berdampak kepada diri penderita, tapi juga berpotensi menyebar, terutama kepada anggota keluarga. Oleh sebab itu, diare sebaiknya dicegah mulai dari kontak pertama hingga penyebarannya.
Berikut adalah langkah-langkah pencegahan terkena diare akibat kontaminasi:
  • Mencuci tangan sebelum makan.

  • Menjauhi makanan yang kebersihannya diragukan dan tidak minum air keran.

  • Memisahkan makanan yang mentah dari yang matang.
  • Utamakan bahan makanan yang segar.
  • Menyimpan makanan di kulkas dan tidak membiarkan makanan tertinggal di bawah 
  • paparan sinar matahari atau suhu ruangan.
Jika Anda mengalami diare, Anda boleh mengambil langkah-langkah seperti berikut ini untuk mencegah diare menyebar kepada orang-orang di sekitar Anda.
  • Jika tinggal satu rumah, pastikan penderita menghindari penggunaan handuk atau peralatan makan yang sama dengan anggota keluarga lainnya.

  • Membersihkan toilet dengan disinfektan tiap setelah buang air besar.

  • Tetap berada di rumah setidaknya 48 jam setelah periode diare yang terakhir.
  • Mencuci tangan setelah menggunakan toilet atau sebelum makan dan sebelum menyiapkan makanan.
Meski diare bisa sembuh dengan sendirinya, Anda dapat meringankan gejalanya dengan mengikuti beberapa saran. Saran ini juga berlaku bagi penderita diare yang sedang hamil atau menyusui.

Meningkatkan konsumsi cairan

Mengganti kehilangan cairan dan elektrolit/ion adalah salah satu kunci penting dalam penanganan diare. Hal ini diperlukan untuk menghindari maupun menangani dehidrasi. Anda atau anak Anda disarankan untuk minum beberapa teguk cairan sesering mungkin meski mengalami gejala muntah. Sedikit cairan lebih baik daripada tidak sama sekali. Hindarilah jus buah dan minuman bersoda karena dapat memperparah kondisi diare, terutama pada anak.
Jika anak Anda menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, seperti jarang buang air kecil, kulit pucat atau berbintik, kondisi tubuh yang menurun drastis, kaki dan tangan yang terasa dingin, serta rewel dan lekas mengantuk, Anda disarankan untuk segera memeriksakan dirinya ke dokter.
Faktor-faktor di bawah ini membuat seorang anak lebih berisiko mengalami dehidrasi:
  • Mengalami lebih dari enam kali diare dalam satu hari.

  • Muntah lebih dari dua kali dalam sehari.

  • Berhenti menyusu secara tiba-tiba.
  • Berusia kurang dari dua tahun dengan berat badan di bawah rata-rata saat lahir.
Tetap berikan bayi Anda susu atau makan secara normal meski mereka mengalami diare. Ketika menyusui, Anda sendiri harus terus meningkatkan asupan cairan sendiri agar persediaan ASI selalu terjaga.

Makanan saat mengalami diare

Jika mengalami diare, pastikan Anda makan makanan padat setelah mampu untuk makan. Hal tersebut juga disarankan oleh para pakar kesehatan. Sebaiknya porsi makan Anda jangan terlalu besar dan hindari makanan yang terlalu berat, pedas, atau berlemak.

Hindari memberika makanan yang solid (padat) pada anak apabila mengalami dehidrasi. Berikan anak cairan yang cukup dan pastikan dehidrasi sudah berhenti. Setelah itu barulah anda dapat menyuplai anak makan seperti biasanya. Apabila anak anda menolak untuk makan, sodorkan terus cairan sampai selera makan kembali muncul.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar