Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani yang masuk guna menyerang saraf tubuh melalui luka yang kotor. Bakteri jenis ini dapat bertahan hidup di luar tubuh dengan membentuk spora dalam jamgka waktu yang cukup lama. Misalnya dalam debu, tanah dan kotoran hewan. Pada umumnya bakteri yang menyebabkan penyakit tetanus ini menyebar ke dalam tubuh melalui luka, karena gigitna hewan, tertusuk paku berkarak dan karena luka bakar.
Spora Clostridium tetani jika telah berhasil menyusuri tubuh akan menjadi bakteri tetanus yang aktif kemudian akan berkembang biak untuk membuang nuerotoksin yang akan menyerang sistem saraf. Neurotoksin yang mengacaukan kinerja saraf itu berpotensi menyebabkan pengidap mengalami kejang yang menyerupai kekakuan otot. Inilah gejala utama tetanus yang bisa menyebabkan rahang pengidap mengatup rapat dan tidak bisa dibuka atau biasa disebut dengan istilah rahang terkunci (lockjaw). Selain itu, masalah sukar menelan juga bisa dialami oleh pengidap tetanus.
Penyakit tetanu bisa didiagnosis oleh dokter melalui pemeriksaan secara fisik, juga melalui pemeriksaan luka dibarengi dengan pertanyaan riwayat penyebab penyakit tersebut. Sementara dalam hal pengobatan tetanus yang guna untuk memusnahkan spora dan menghentikan perkembangan bakteri bisa dengan membersihkan luka yang kotor, menghentikan produksi neurotoksin dan mencegah komplikasi. Perlu diketahui tetanus bukan merupakan penyakit yang menular namun penyakit ini berpotensi menyababkan kematian, terlebih apabila luka yang berada pada bagian kepala atau wajah.
Untuk mencegah penyakit tetanus datang langkah utamanya ialah dengan vaksinasi. Di Indonesia sendiri vaksin ini termasuk dalam daftar imunisasi yang wajib bagi anak. Selain itu vaksinasi juga bisa dilakukan dengan tetap menjaga kebersihan. Apabila infeksi tetanus tidak segera ditangani akan berpotensi berakibat fatal seperti jantung yang tiba-tiba berhenti berdetak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar