Jumat, 09 Juni 2017

Autisme

Penyakit yang mengganggu perkembangan saraf yang dapat mengelabui kemampuan anak dalam berkomunikasi dikenal dengan nama Autism Spectrum Disorder. Bukan hanya mencakup autisme saja namun jug mencakup sindrim yang dikenal Asperger, Heller dan PPD-NOS. Sebagai orang tua penting hukumnya untuk mewaspadai gejala-gejala sedini mungkin, termasuk kondisi yang tidak dapat disembuhkan. Walaupun demikian terdapat berbagai cara penanganan serta langkah pengobatan intesif yang dapat membantu para penderita autis.

Secara gagasan gejala autisme dapat terlihat pada usia awal perkembangan anak sebelum mencapai tiga tahun atau batita. Gejala autis dikelompokan dalam dua kategori utama yaitu gangguan interaksi sosial dan komunikasi yang meliputi masalah kepekaan terhadap lingkungan sosial. Sedangkan kategori kedua meliputi pola pikir, minat dan perilaku yang terbatas serta bersifat pengulangan. salah satu contohnya yang reperatif seperti mengetuk atau meremas tangan serta merasakan kesal. Penyandang autisme juga cenderung memiliki masalah dalam belajar dan kondisi kejiwaan lain, misalnya gangguan hiperaktif atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder(ADHD), gangguan kecemasan, atau depresi.

Penyebab autisme dapat disebabkan karena sejumlah faktor seperti pengaruh genetika dan lingkungan, akan tetapi penyabab secara pasti belum dapat diketahui secara pasti. Namun ada beberapa hal yang lain bis dianggap sebagai pemicu autisme. Namun dugaan yang terbukti tidak berhungan dengan autisme berdasarkan berbagai penelitian medis.

Terkadang kondisi autisme baru terdetek sampai penderita telah dewasa. Sebagian penyandang gangguan ini akan merasa kesulita untuk mencari pekerjaan karena adanya tuntutan perubahan sosial dalam pekerjaan. Namun ada jenis jasa pusat layanan khusus autisme yang akan membantu mencari pekerjaan yang sesuai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar