Rabu, 07 Juni 2017

Gangguan Kecemasan Sosial

Kondisi dimana terganggunya kesehatan mental yang ditandai dengan cemasnya yang kronis dan pemahaman diri sendiri yang sangat khawatir secara berlebih kepada situasi sosial yang ada dalah kehidupan sehari-hari. Seseorang yang menderita gangguan kecemasan ini akan terus menerus merasakan rasa takut yang sangat kuat apabila seorang penderita dikritik bahkan sampai dihakimi. Bahkan sampai dipermalukan di dalam situsasi sosial di lingkungan namun yang perlu diwaspadai adalah penderita pasti akan sangat merasakan takut untuk mneghadapinya saat akan berinteraksi dengan lingkungan disekitar. Kondisi seperti ini juga biasa dikenal dengan sebutan fobia sosial yang merupakan satu dari banyak jenis fobia yang paling sering diderita seseorang. Selain menurunkan produktivitas kerja kondisi seperti terkadang akan mempengaruhi rasa percaya diri seseorang.

Gangguan kecemasan ini dapat dialami dalam satu situasi tertentu seperti adanya rasa takut yang berlebih untuk tampil atau berbicara di depan masyarakat luas, hal ini bisa diperparah apabila penderita tidak mau kembali untuk bekerja atau kembali bersekolah lagi.
Gangguan kecemasan sosial umumnya bermula pada masa anak-anak atau remaja, dan jarang diderita seseorang pada usia di atas 25 tahun. Kondisi ini cenderung dialami oleh wanita dan seringkali disertai dengan depresi atau gangguan kecemasan lainnya, seperti panik berlebihan atau gangguan obsesif-kompulsif (OCD).

Gangguan sosial memiliki gejala yang bisa berubah seiring waktu, namun biasanya gejala akan muncul saat seseorang mengalami tekanan sosial, gejala yang muncul biasanya berupa denyut jantung lebih cepat berdetak cepat, perut menjadi mual, kesulitan untuk bernapas, pusing, otot menjadi tegang dan wajah yang memerah. Adapun gejala emosi dan sikap diantaranya menghindari interaksi dengan orang lain, enggan untuk makan didepan orang lain, enggan untuk menggunakan toilet umum, gelisah, dan panik secara berlebihan.

Adapun pada dasarnya gangguan kecemasan sosial bisa terjadi karena perpaduan sejumlah faktor salah satunya keturunan, lingkungan dan struktur otak yang bernama amydala yang terlalu aktif karena kecemasan sosial. Biasanya seseroang akan didiagnosis menderita kecemasn sosial apabila seseorang mengalami ketakutan akan satu situasi sosial, seseorang memiliki katakutan bahwa ia akan melakukan suatu hal yang bisa mempermalukan diri sendiri, memiliki rasa takut setidaknya enam bulan dan perilaku yang terus menghindar dari masyarakat sosial pada umumnya.

Berbagai cara untuk mengobata msalah ini pada setiap orang namun yang paling efektif dengan melakukan psikoterapi dan pemberian obat. Namun metoda ini pada umumnya hanya akan dilakukan untuk mengatasi gangguan kecemasan sosial yang parah. Umumnya terapi perilaku kognitif akan berlangsung selama 12 minggu dan bisa dilakukan secara berkelompok, adapun dukungan dari keluarga juga dibutuhkan untuk memberi pemahaman tentang gangguan yang dialami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar