Senin, 12 Juni 2017

Gangguan Pendengaran

Gangguan yang mengganggu kesehatan pada pendengaran adalah salah satu gangguan yang disebabkan oleh faktor usia atau sering terkena suara yang nyaring pendengaran dapat terganggu apabila sinyal suara tidak sampai ke otak. Di saart pendengaran telinga bergetar karena gelombang suara yang masuk ke dalam telinga. Getaran kemudian dilanjutkan ke bagian telinga tengah melalui tiga tulang bagian pendengaran yang disebut dengan nama osikel yang akan membuat getaran untuk segera dilanjutkan menuju rambut halus yang ada didalam koklea yang pada akhirnya akan mengirim sinyal melalui saraf pendengaran ke otak.

Gangguan pendengaran pada umumnya dapat diketahui melalui tanda dan gejala yanng dialaminya ialah beberapa diantaranya meminta orang lain untuk mengulang perkataannya, selalu kelelahan atau stres, menarik diri dari pembicaraan, kesulitan mendengar dering telpon, menghindari beberapa situasi sosial, kesulitan mendengarkan konsonan.

Terjadi gangguan pada pendengaran disebabkan oleh dua penyebab utama yaitu karena faktor usia dan teralalu sering terkena suara nyaring. Biasanya orang akan mulai terganggu pendengarannya pada usia 40 tahun dan sedangkan paparan suara yang terlalu keras dan sering mampu merusak indera pendengaran. Kejadian seperti biasa dikenal dengan trauma akustik. Jika dibedakan dari bagian telinga yang terganggu, ada dua jenis gangguan pendengaran yaitu gangguan pendengaran sensorineural dan gangguan pendengaran konduktif.

Diagnosis yang bisa dilakukan adalah dengan mengidentifikasikan penyakit dan menjelaskan gejala dan tanda-tanda yang dialami oleh penderita, biasanya dilakukan pemeriksaan fisik, uji grapu tala dan uji audiometri nada murni.

Untuk mengobati gangguan pendengaran bisa dilakukan tergantung pada tingkat keparahan dan penyebabnya namun kebanyakan dari kasus ditangani dengan alat bantu implan koklea, membersihkan kotoran yang menyumbat pada telinga, menggunakan alat bantu dengar, pembedahan dan dengan mempelajari bahasa isyarat.

Mencegah gangguan pendengaran tidak terjadi bisa dilakukan dengan cara jangan memasukan benda ke dalam telinga anak-anak termasuk jari, kapas dan tisu. Menguji indera pendengaran secafra berkala apabila sering terpapar suara yang terlalu keras, Lindungi telinga saat berada di lingkungan yang berisik dan gunakan headphone yang dapat menahan masuknya suara dari luar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar