Sabtu, 17 Juni 2017

Osteoporosis

Penyakit ini merupakan salah satu penyakit turunan yang langka yang akan membuat seseorang akan mengalami pengerasan tulang dan akan menebal secara tidak normal, serta merta juga akan mudah patah tulang. Secara garis besar penyakit ini diakibatkan oleh rusaknya salah satu jenis tulang yang bernama osteoklas, yang akan berfungsi untuk memecah jaringan. Sedangkan sel osteoklas yang mengalami kerusakan disebabkan oleh mutasi gen. Osteoklas memiliki fungsi yang sangat penting guna memelihara, memperbaiki dan merenovasi tulang-tulang. Osteoklas yang akan menjalankan proses resorpsi tulang.

Para pakar yang ahli pun telah membedakan osteoporosis terbagi menjadi beberapa jenis turunan yang diwariskan dari seseorang keturunannya yaitu pola autosomal dominant osteoetrosis, pola autosomal recessive osteoporosis, X-linked dan intermediate autosomal osteoporosis.

Gejala yang akan dirasakan oleh seseorang apabila mengalami osteoporosis ialah seperti tanda klimis yang akan terlihat atau dirasakan oleh penderita. Apabila didapati gejala yang baru terlihat pada saat penderita memasuki usia remaja diantaranya keretakan tulang pada banyak tempat, skoliosis kondisi yang abnormal tulang belakang, artritis pada pinggul, infeksi tulang yang biasa dikenal dengan osteomielitis.

Perihal dokter dalam mendiagnosis osteoporosis pada umumnya dokter akan melakukan tindakan uji pencitraan, biasanya dokter akan meminta pasien untuk menjalani pemeriksaan sinar X, CT scan dan MRI. Untuk mengobati hal tersebut yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan Vitamin D atau mentranspalasi sumsum tulang belakang. Terdapat beberapa jenis komplikasi jika penderita tidak mendapatkan penanganan dengbvan benar adalah kegagalan fungsi sumsum tulang yang menyebabakan anemia parah, pendarahan infeksi dan terhambatnya pertumbuhan dan kegagalan berkembang pada tubuh penderita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar