Bagi sebagian orang memiliki rambut yang bagus akan menjadi daya tarik sendiri, namun bagaimana dengan rambut botak. Rambut botak bisa jadi memang karena gaya potong rambut yang terlalu pendek namun terkadang juga terjadi akibat penyakit tertentu. Dalam istilah medisnya disebut dengan nama alopecia, alopecia areata yang merupakan penyakit autoimun dimana kondisi sistem imun yang menyerang tubuhnya sendiri. Namun para ahli menyatakan faktor keturunan yang memiliki pengaruh paling besar sebagai pemicu kerontokan rambut.
Biasanya rambut yang rontok secara berlebih memiliki gejala-gejala yang menjadi pemicu botak. Awalnya kebotakan yang muncul hanyalah pitak pada rambut di kepala atau bagian lain seperti alis dan jenggot ukurannya pun juga beragam. Tanda ini pada umumnya disertai dengan meningkatnya jumlah rambut yang rontok. Selain rambut, kebotakan juga terkadang berpengaruh pada kuku jari tangan dan kaki. Contohnya, muncul bintik-bintik atau garis putih pada kuku, kuku yang berubah kusam dan kasar, serta ujung kuku yang bergelombang.
Hal yang diperhatikan untuk mendiagnosis kebotakan dengan melalui pola kerontokan yang terjadi. Pemeriksaan juga dilakukan pada akar rambut dan biopsi kulit, apabila memerlukan tes pun akan sangat dianjurkan untuk mengatahui apakah pasien menderita penyakit autoimun yang lain. Kebotakan juga merupakan salah satu penyakit yang tidak dapat disembuhkan ada yang merasakannya secara permanen namun ada juga rambut yang dapat tumbuh kembali.Penanganan yang biasanya dijalani oleh pasien bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan rambut tersebut.
Selain dengan bantuan medis cara alternatif untuk mengatasi kebotakan adalah dengan menggunakan wig atau rambut palsu yang berasal dari rambut asli maupun sintetis. Cara seperti ini juga merupakan cara yang paling praktis. Karena penggunaan wig ini mampu meningkatkan kepercayaan diri penderita kebotakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar