Gejala
Tanda-tanda yang dapat dialami apabila seseorang terena Chlamydia akan merasakan gejala seperti rasa sakit pada saat akan buang air kecil. Namun kebanyakan seseorang tidak akan merasakan gejala apapun. Biasanya gejala yang muncul bisa berupa pendarahan ketika habis seks
Penyebab
Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis ini ditularkan penderita lewat seks tanpa kondom. Sering berganti-ganti pasangan juga dapat menyebabkan meningkatnya potensi chlamydia. Faktor lain yang juga dapat berpotensi terserang penyakit jenis ini antara lain mempunya pasangan lebih dari satu dan pernah seks pada usia diabawah 18 tahun.
Diagnosis
Penyakit ini bisa didiagnosis sangat mudah dan takan merasakan sakit dengan menggunakan alat penyeka yang menyerupai cotton bud. Alat penyeka ini akan dimasukan ke ujung penis untuk mendapatkan sampel. Alat ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengumpulkan sampel cairan kelopak mata. Tes sebaiknya dilakukan kembali setelah tiga bulan untuk memastikan infeksi chlamydia sudah hilang sepenuhnya. Chlamydia tidak dapat dideteksi dengan tes darah atau pap smear.
Pengobatan
Cara pengobatan yang dilakukan bisa dengan cara memberikan campuran obat antibiotik namun perlu diingat hal ini bisa dilakukan untuk mereka yang memiliki hasil tes yang positif mengalami chlamydia, seks dengan orang dalam waktu dua bulan terakhir, bayi yang baru lahir dengan ibu yang positif chlamydia.
Komplikasi
Penyakit jug akan menyebabkan komplikasi yang akan menimbulkan gangguan kesehatan jangka panjang. Komplikasi yang bisa terjadi pada pria antara lain epididimitis, reactive arthritis dan uretritis.
Pencegahan
Cara mencegah penyakit dapat dilakukan dengan menjauhi hubungan seks bebas dan tidak berganti-ganti pasangan. Karena hanya cara itulah yang paling ampuh untuk mencegah penyakit jenis datang pada seseorang.
Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis ini ditularkan penderita lewat seks tanpa kondom. Sering berganti-ganti pasangan juga dapat menyebabkan meningkatnya potensi chlamydia. Faktor lain yang juga dapat berpotensi terserang penyakit jenis ini antara lain mempunya pasangan lebih dari satu dan pernah seks pada usia diabawah 18 tahun.
Diagnosis
Penyakit ini bisa didiagnosis sangat mudah dan takan merasakan sakit dengan menggunakan alat penyeka yang menyerupai cotton bud. Alat penyeka ini akan dimasukan ke ujung penis untuk mendapatkan sampel. Alat ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengumpulkan sampel cairan kelopak mata. Tes sebaiknya dilakukan kembali setelah tiga bulan untuk memastikan infeksi chlamydia sudah hilang sepenuhnya. Chlamydia tidak dapat dideteksi dengan tes darah atau pap smear.
Pengobatan
Cara pengobatan yang dilakukan bisa dengan cara memberikan campuran obat antibiotik namun perlu diingat hal ini bisa dilakukan untuk mereka yang memiliki hasil tes yang positif mengalami chlamydia, seks dengan orang dalam waktu dua bulan terakhir, bayi yang baru lahir dengan ibu yang positif chlamydia.
Komplikasi
Penyakit jug akan menyebabkan komplikasi yang akan menimbulkan gangguan kesehatan jangka panjang. Komplikasi yang bisa terjadi pada pria antara lain epididimitis, reactive arthritis dan uretritis.
Pencegahan
Cara mencegah penyakit dapat dilakukan dengan menjauhi hubungan seks bebas dan tidak berganti-ganti pasangan. Karena hanya cara itulah yang paling ampuh untuk mencegah penyakit jenis datang pada seseorang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar