Aterosklerosis
adalah
pengerasan pada pembuluh darah yang disebabkan oleh plak yang
menumpuk (plak ateromatus).
Jika plak menumpuk pada bagian dalam dinding arteri (pembuluh
darah yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh),
maka darah yang membawa oksigen akan terhambat dan tidak mengalir
dengan baik (peredaran darah terganggu).
Plak dari aterosklerosis dapat berperilaku dengan cara yang berbeda, yaitu :
Plak dari aterosklerosis dapat berperilaku dengan cara yang berbeda, yaitu :
- Plak dapat tinggal di dalam dinding arteri. Di sini, plak berkembang sampai ukuran tertentu dan berhenti. “Karena tidak menghalangi aliran darah, plak ini mungkin tidak pernah menimbulkan gejala apapun”, kata Stein.
- Plak dapat berkembang lambat, mengendalikan jalur aliran darah. Pada akhirnya, plak ini menyebabkan penyumbatan yang signifikan. Nyeri saat aktivitas (di dada atau kaki) adalah gejala umum.
- Plak dapat tiba-tiba pecah, menyebabkan darah untuk menggumpal di dalam arteri. Jika di otak, hal ini menyebabkan stroke, sedangkan jika di jantung menyebabkan serangan jantung.
Plak
aterosklerosis menyebabkan tiga jenis utama penyakit kardiovaskular,
yaitu :
- Penyakit arteri koroner : Plak stabil di arteri jantung menyebabkan angina (nyeri dada saat aktivitas). Plak yang pecah mendadak dan pembekuan menyebabkan otot jantung mati. Hal ini disebut serangan jantung, atau infark miokard.
- Penyakit serebrovaskular : Plak yang pecah di arteri otak menyebabkan stroke, dengan potensi kerusakan otak permanen. Penyumbatan sementara arteri juga dapat menyebabkan serangan iskemik transient (TIA/ Transient Ischemic Attacks), yang merupakan tanda-tanda peringatan stroke, namun tidak mencederai otak.
- Penyakit arteri perifer : Penyempitan arteri di kaki yang disebabkan oleh plak. Penyakit arteri perifer menyebabkan sirkulasi yang buruk. Hal ini menyebabkan nyeri ketika berjalan dan penyembuhan luka yang buruk. Jika penyakitnya berat, mungkin akan perlu amputasi.
Penyebab
Penyebab
utama aterosklerosis adalah lemak atau zat-zat lain yang
menumpuk dan membentuk plak. Dengan adanya plak yang menumpuk
mengakibatkan terjadinya pengerasan pada pembuluh darah dan
penyumbatan, sehingga peredaran darah tidak lancar. Beberapa faktor
risiko yang menyebabkan penumpukan plak seperti merokok, kolesterol
tinggi dan hipertensi.
Gejala
Aterosklerosis
seringkali tidak menimbulkan gejala apapun, tetapi jika
penyumbatan menjadi parah akan terasa kram pada kaki. Bahkan kadang
masalah lebih serius bisa terjadi seperti serangan jantung atau
stroke.
Pengobatan
Aterosklerosis
dapat diobati mengubah pola hidup sehat, seperti mengonsumsi
makanan sehat, berolahraga rutin dan tidak merokok untuk menjaga
kesehatan pembuluh darah dan jantung. Konsumsi obat-obatan untuk
mencegah kolesterol tinggi dan hipertensi agar terhindar dari
aterosklerosis. Melakukan kateterisasi jantung dengan
memasukan pipa kecil melalui pembuluh darah di lengan atau kaki untuk
melebarkan pembuluh darah yang menyempit.
Pencegahan
Beberapa
langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah aterosklerosis antara
lain :
- Berhenti merokok.
- Berolahraga secara rutin.
- Mengonsumsi makanan yang kaya akan serat seperti buah-buahan dan sayuran.
- Mengurangi konsumsi alkohol.
- Menghindari penyakit kolesterol tinggi, hipertensi dan diabetes.
Selain
itu, dengan mengonsumsi aspirin dapat mencegah penggumpalan darah.
Tentunya harus dengan menggunakan resep dokter, karena aspirin
memiliki efek samping.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar