Rabu, 05 Juli 2017

Amputasi

Amputasi atau operasi yang dilakukan guna untuk memotong salah satu bagian tubuh, kegiatan ini dilancarakan guna untuk mengendalikan rasa sakit yang menyerang bagian tubuh tertentu. Amputasi sendiri terbagi menjadi dua yaitu amputasi darurat yaitu ketika pasien mengalami kecelakaan yang parah dan amputasi terencana yaitu setelah dokter dan pasien telah mematangkan rencananya karena beberapa faktor.

Faktor
Pada kebanyakan kasus amputasi dilakukan karena penyakit sudah tidak memungkinkan disembuhkan sehingga membutuhkan aktivitas amputasi oleh dokter. Namun terdapat pertimbangan kusus yaitu munculya gangren atau jatingan kulit mati, infeksi yang parah hingga mengalami pembusukan dan rasa sakit yang terus berlangsung hingga merasakan siksaan yang amat sakit.

Diagnosi
Sebelum memutuskan untuk mengamputasi dokter akan memeriksa kondisi untuk menentukan jenis proses yang akan dijalani seperti uji kesehatan, evaluasi kondisi kejiwaan dan melakukan pemeriksaan kondisi serta fungsi tungkai yang akan diamputasi seperti mengecek denyut nadi dan tingkat sensivitas kulit. Selain kondisi fisik dan kejiwaan pasien, dokter juga akan menanyakan kondisi rumah, keluarga, serta lingkungan. Faktor-faktor ini akan berdampak pada kehidupan pasien selama dan setelah masa pemulihan. Namun apbila pasien telah memutuskan untuk menggunakan tungkai palsu dokter akan membantu memilih jenis yang sesuai.

Proses amputasi dokter akan melakukan pemotongan bagian tubuh yang membutuhkan amputasi sekaligus mengangkat jaringan-jaringan yang rusak umumnya dilaksanakan saat pasien berada dibawah pengaruh obat bius. Para pesien akan diajari cara merawat luka bekas operasi agar dapat melakukannya dirumah juga diberikan rehabilitasi seperti terapi untuk melatih kekuatan kendali otot, terapi okupasi guna kemampuan menjalani aktivitas sehari-hari.

Perlu diperhatikan juga bahwa perawatan tungkai yang masih tersisa juga amat penting, terutama menjaga kebersihan kulit agar terhindar dari iritasi maupun infeksi. Basuhlah tungkai yang tersisa setidaknya satu kali sehari dengan sabun tanpa kandungan parfum. Oleskan pelembap sebelum tidur atau sebelum menggunakan tungkai palsu. Membersihkan tungkai palsu yang digunakan juga termasuk langkah tambahan yang tidak kalah penting agar terhindar dari iritasi dan infeksi.

Biasanya setelah amputasi berjalan lancar terdapat beberapa jenis resiko komplikasi yang terjadi diantaranya yang mungkin terjadi adalah infeksi pada luka, luka membutuhkan waktu yang lama untuk sembuh total, penggumpalan darah, komplikasi pada jantung, nyeri yang terasa pada organ tubuh dan gangguan psikologis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar