Selasa, 04 Juli 2017

Batuk Rejan

Batuk rejan ialah infeksi bakteri pada paru-paru dan saluran pernapasan yang mudah sekali menyebar, batuk rejan sempat dianggap penyakit anak-anak saat vaksin pertusis belum ditemukan. Sebenarnya batuk rejan juga bisa diderita orang dewasa, namun penyakit ini bisa akan mengancam nyawa terjadi pada lansia dan anak-anak. Penyakit ini punya ciri rentetan batuk keras terus menerus yang diawali tarikan napas panjang lewat mulut (whoop). Seseorang bisa menderita batuk rejan hingga tiga bulan lamanya, sehingga penyakit ini juga biasa disebut batuk seratus hari.
Batuk rejan bisa membuat penderita kekurangan oksigen dalam darahnya. Selain itu dapat terjadi berbagai komplikasi, misalnya pneumonia. Bahkan penderita batuk rejan bisa secara tidak sengaja melukai tulang rusuk mereka karena batuk yang sangat keras. Batuk rejan dapat menyebar dengan cepat dari orang ke orang. Maka dari itu, vaksin pertusis diperlukan untuk mencegah seseorang terkena batuk rejan.

Gejala
Umumnya, gejala batuk rejan akan muncul antara 7 hari hingga 21 hari usai bakteri Bordetella pertussis masuk dalam saluran pernapasan seseorang. Perkembangan gejala batuk rejan ada tiga tahapan, terutama pada bayi dan anak kecil tahap pertama munculnya gejala-gejala ringan seperti hidung berair dan tersumbat, bersin-bersin, mata berair, radang tenggorokan, batuk ringan, hingga demam. Tahap kedua ini ditandai dengan meredanya semua gejala-gejala flu. Tahap ketiga tahap inilah tubuh penderita muali membaik, namun gejala batuk rejan tetap ada bahkan penderita dapat batuk lebih keras.

Penyebab
Bakteri Bordetella pertussis yang menyebar melalui udara adalah penyebab terjadinya serangan batuk rejan pada seseorang. Bakteri ini masuk dan kemudian menyerang dinding dari trakea dan bronkus (percabangan trakea yang menuju ke paru-paru kanan dan kiri). Pembengkakan saluran udara adalah salah satu cara tubuh bereaksi terhadap infeksi oleh bakteri. Saluran udara yang membengkak bisa membuat penderita harus menarik napas dengan kuat melalui mulut karena kesulitan bernapas.

Cara lain yang akan dilakukan tubuh saat bakteri menginfeksi dinding saluran udara adalah dengan memproduksi lendir kental. Tubuh akan merangsang penderita batuk rejan untuk coba mengeluarkan lendir kental tersebut.

Diagnosis
Batuk rejan yang masih pada tahap awal memang cukup sulit untuk didiagnosis, karena penyakit flu atau bronkitis punya gejala-gejala yang hampir serupa. Biasanya dari gejala-gejala batuk pada penderita dan mendengarkan suara batuk yang dihasilkan, dokter sudah bisa mendiagnosis batuk rejan. Tes darah dokter akan mengidentifikasi adanya peningkatan sel darah putih. Juga untuk menemukan antibodi bakteri bordetella pertussis dalam darah penderita.

Pengobatan
Berhati-hatilah apabila akan mengonsumsi obat yang bebas untuk mengobati batuk tejan. Karena banyak sekali jenis obat batuk di pasaran yang ternyata kurang ampuh mengobati batuk rejan. Bahkan hingga obat tersebut tidak dapat meredakan gejala batuknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar