Selasa, 04 Juli 2017

Gigantisme

Banyaknya produksi hormon yang tumbuh pada anak-anak terkadang bisa menyebabkan efek terhadap berat badan ini biasa dikenal dengan nama penyakit Gigantisme. Pada anak yang terkena penyakit ini bisa memiliki ukuran tinggan dan berat badan yang nampak di atas rata-rata, kondisi seperti inilah sehingga gigantisme sangat sulit untuk di kenali gejalanya. Kondisi yang terjadi kepada orang dewasa karena produksi hormon pertumbuhan gigantisme berlebih akan membuat lempeng epifisis menutup. Penyebab yang kerap dijumpai ialah tumor pada kelenjar hipofisis yang berada di bagian bawah otak. Kelenjar ini yang berperan dalam berkembangnya hormon seksual dan produksi urine serta metabolisme pertumbuhan pada wajah dan bagian tubuh lainnya.

Gejala
Gejala yang muncul dapat dikenali pada orang berusia dibawah umur. Salah satu bentuk yang memunculkan ciri-ciri fisik yang mudah dikenali antara lain memiliki perbedaan berat badan, gejala yang dapat terjadi selain ciri-ciri tersebut antara lain adalah dahi yang menonjol dan hidung datar. Selain itu penderita akan mengalami pemebesaran pada kepala ataupun bibirnya. Namun gejala yang terjadi akan sangat tergantung pada besaran ukuran tumor yang terdapat pada kelenjar hipofisis yanng menekan syaraf otak.

Diagnosis
Untuk mendiagnosis penyakit ini biasanya dokter akan melakukan beberapa rangkaian tes di laboratorium guna untuk mencari tahu level hormon pertumbuhan serta faktor pertumubuhan seperti insulin. Biasanya tes yang mungkin dilaukan ialah tes toleransi glukosa oral. Kadar glukosa dalam darah akan diperiksa oleh dokter untuk mengindikasikan penyakit tersebut. Tes MRI terkadang juga dibutuhkan.

Pengobatan
Gigantisme bisa diobati dengan melakukan pengendalian produksinya. Sampai saat ini belum ditemukan namun untuk tumor kelenjar pituitari bisa dengan melakukan tidakan operasi transsphenoidal guna mengupayakan pertolongan pertama. Terapi sinar gamma atau gamma knife radiosurgery adalah metode pengobatan lain yang dilakukan untuk mengobati tumor di otak. Terapi ini akan memaparkan ratusan sinar radiasi kecil pada tumor. Walau lebih efektif serta dapat mengembalikan level hormon pertumbuhan menjadi normal, terapi ini dapat berisiko munculnya gangguan emosional pada anak-anak, obesitas, dan ketidakmampuan belajar. Terapi ini umumnya diambil sebagai alternatif akhir jika metode operasi standar mengalami kegagalan.

Pencegahan
Secara umum cara melakukan pencegahan penyakit gigantisme masih belum diketahui secara jelas dan lebih rinci sehingga akan sangat sulit melakukan pencegahannya. Ketahuilah sedini mungkin guna mengupayakan pencegahan timbulnya gejala yang berat dan efek samping pada penderita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar