Kamis, 06 Juli 2017

Penyakit Atresia Ani

Kondisi dimana perkembangan janin mengalami gangguan yang menyebabkan rektum sampai anus tidak terbentuk dengan sempurna. Normalnya lubang anus akan terbentuk pada usia kehamilan telah memasuki pekan kedelapan. penyebab utama gangguan perkembangan tersebut belum dapat dietahui secara pasti, namun diduga bahwa faktor keturunan dan genetika yang mungkin akan memiliki pengaruh sangat besar.

Diagnosis
Untuk mengetahui gejala ini bisa dilakukan diagnosis melalui USG, namun yang umum akan diketahui pada pemeriksaan fisik pada saat pertama bayi keluar dari rahim. Dokter akan memeriksa organ-organ tubuh bayi yang baru saja lahir, apabila ditemui kelainan dokter akan segera memeriksanya. Pemeriksaan secara dini juga sangat dibutuhkan agar penangana bisa segera dilaksanakan karena kondisi kesehatan bayi sangat krusial yang menjadi faktor utama. Apabila didapati lubang anus yang tertutup dengan segera membutuhkan operasi yang betujuan untuk membentuk saluran pembuangan.

Pasca menjalani operasi pembentukan lubang anus, komplikasi yang umumnya terjadi adalah konstipasi atau inkontinensia tinja. Untuk mengatasinya, pola makan pasien anak-anak sebaiknya dijaga dengan seksama. Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi banyak serat, seperti sayur dan buah. Makanan yang mengandung pencahar alami, contohnya produk susu, juga bisa digunakan. Selain cara alami, pasien juga bisa dianjurkan untuk menggunakan obat pencahar atau laksatif serta suplemen yang mengandung serat

Komplikasi
Hal lain yang bisa saja terjadi apabila bayi mengalami atresia ani, Jika terdapat fisula yang berhubungan dengan saluran pencernaan tindakan operasi dapat melukai dinding saluran cerna yang normal. Stenosis (penyempitan) pada lubang anus buatan juga dapat terjadi bila kulit pasien mempunyai kecenderungan membentuk keloid (jaringan parut). Kondisi ini mengharuskan perbaikan kembali dengan cara operasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar