Kamis, 20 April 2017

Penejelasan Mengenai Alergi Secara Luas

Banyak orang bertanya-tanya mengenai hal yang menyebabakan alergi. Apakah alergi itu? Alergi adalah sistem kekebalan tubuh terhadap sesuatu yang dianggap berbahaya bagi tubuh walaupun sebenarnya tidak berbahaya. Namun bisa berupa substansi yang masuk atau bersentuhan dengan tubuh.

Pemici substansti alergi hanya berdampak pada orang yang memiliki alergi tersebut. Alergen tidak akan memicu reaksi kekebalan tubuh, beberapa jenis substansi yang dapat menyebabkan reaksi alergi meliputi gigitan dari serangga, tungau debu, bulu hewan dll.
Saat tubuh pertama kali berpapasan dengan sebuah alergen, tubuh akan memproduksi antibodi karena menganggapnya sebagai sesuatu yang berbahaya. Jika tubuh kembali kontak dengan alergen yang sama, tubuh akan meningkatkan jumlah antibodi terhadap jenis alergen tersebut. Hal inilah yang memicu pelepasan senyawa kimia dalam tubuh (histamin) dan menyebabkan gejala-gejala alergi.


Ada beberapa gejala alergi yang umum terjadi, antara lain:
  • Bersin-bersin
  • Sesak napas
  • Hidung beringus
  • Terjadi pembengkakan dibagian tubuh yang berpapasan dengan alergen, misalnya wajah, mulut dan lidah.
  • Gatal dan merah pada mata
  • Mata merah, berair
  • Sakit perut, muntah-muntah atau diare
Cara paling ampuh dalam mencegah alergi adalah menghindari diri dari substansi pemicunya atau alergen. Tapi jika gejala-gejala alergi terlanjur muncul ada beberapa obat anti alergi yang bisa membantu.

Gejala reaksi alergi biasanya muncul beberapa menit setelah kontak dengan alergen. Gejala ini juga dapat berkembang secara bertahap dalam beberapa jam. Gejala-gejala alergi yang kita alami umumnya tergantung kepada jenis alergen dan cara kita melakukan kontak dengan alergen. Misalnya gejala alergi akibat makanan akan menyebabkan gejala pada mulut atau sistem pencernaan, sedangkan alergi debu akan menyebabkan gejala pada sistem pernapasan.

  • Karena Gigitan atau Sengatan Serangga
  • Terkena Substansi Dari Udara
  • Alergi Terhadap Makanan
  • Tidak Cocok Dengan Beberapa Obat

Selain gejala-gejala di atas, alergi juga dapat muncul saat kulit tersentuh substansi tertentu. Misalnya sabun, shampoo, parfum, atau bahan alami (latex). Alergi jenis ini akan mengakibatkan sejenis peradangan pada kulit yang dikenal sebagai dermatitis atopik. Dermatitis atopik menyebabkan gejala gatal-gatal, ruam kemerahan dan bersisik.

Jika pernah merasakan gejala-gejala di atas, Anda sebaiknya mencari tahu penyebabnya agar dapat didiskusikan dengan dokter sehingga alergi anda dapat ditangani.

Mengetahui Gejala Anafilaksis

  • Pusing
  • Sesak nafas yang parah
  • Mual-mual
  • Muntah
  • Ruam pada kulit
  • Denyut nadi yang cepat tapi lemah
  • Kulit dan bibir berwarna biru
  • Pingsan

Hal-hal yang menyebabkan alergi dan diagnosisnya
  • Gigitan serangga contohnya terkena sengatan lebah
  • Tidak ada kecocokan dengan makanan tertentu seperti kacang-kacangan dan sea food.
  • Terkena paparan udara adanya tungau debu atu serbuk sari dan bulu-bulu hewan yang bertebangan.
  • Obat-obatan yang tidak pas.
  • Alergen yang bersentuhan dengan kulit secara langsung.

Diagnosis Alergi

Tingkat keparahan alergi juga berbeda-beda pada tiap orang, ada yang mengalami reaksi alergi ringan dan ada yang parah sampai berakibat fatal yang disebut dengan anafilaksis. Jika mengalami anafilaksis, anda membutuhkan penganan medis darurat.
Selain pembengkakan pada bagian yang digigit, jenis alergi ini dapat menyebabkan munculnya gatal-gatal di seluruh tubuh, batuk-batuk, sesak di bagian dada, sesak napas, serta reaksi alergi yang parah (anafilaksis).

Jika Anda memiliki alergi terhadap substansi di udara seperti debu, serbuk sari, atau tungau debu, gejala utama yang akan Anda alami biasanya adalah bersin-bersin. Gejala tersebut dapat berkembang menjadi hidung berair atau mampet yang memicu kesulitan bernapas. Gatal-gatal pada hidung, mata yang merah, berair, dan bengkak juga dapat muncul.
Alergi karena makanan tertentu dapat menyebabkan sensasi geli atau gatal dalam mulut. Pembengkakan pada bibir, lidah, mata, tenggorokan atau wajah juga bisa terjadi. Selain itu alergi ini juga dapat mengakibatkan ruam gatal dan merah pada kulit, mual-mual, sakit perut serta diare.

Obat juga dapat mengakibatkan reaksi alergi. Gejalanya dapat berupa gatal-gatal pada kulit, ruam, pembengkakan pada wajah, kesulitan bernapas serta anakfilaksis. Beberapa alergi terkadang dapat menyebabkan reaksi yang parah dan berakibat fatal iaitu anafilaksis.
Reaksi ini umumnya akan terjadi pada seluruh tubuh dan menyebar dengan sangat cepat. Gejala-gejala anafilaksis antara lain.

Penderita anafilaksis membutuhkan penangan medis darurat, reaksi anafilaksis dapat ditangani dengan suntikan atau obat epinefrin.

Penyebab substansi alergi atau alergen biasanya tidak berbahaya dan tidak mengakibatkan gejala alergi pada orang lain. Beberapa jenis alergi yang umumnya dapat menimbulkan alergi.
    Reaksi alergi muncul saat sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap alergen yang dianggapnya berbahaya, walau sebenarnya tidak. Karena itu, terbentuklah antibodi yang disebut imunoglobulin E (IgE). Saat kontak antara tubuh dan alergen kembali terjadi, tubuh akan memproduksi lebih banyak IgE. Kemudian IgE akan memicu pelepasan zat-zat kimia alami seperti histamin yang menyebabkan gejala-gejala alergi.
    Risiko seseorang untuk mengalami alergi juga dapat meningkat karena faktor keturunan serta lingkungan. Hal ini umumnya terjadi pada anak-anak. Jika ayah atau ibu Anda memiliki alergi tertentu, anak juga berisiko tinggi memiliki alergi, meski jenis alerginya tidak selalu sama.

    Faktor lingkungan juga dapat memengaruhi risiko alergi. Penelitian menunjukkan bahwa semakin lama dan sering seseorang terpajan alergen tertentu maka risikonya untuk memiliki alergi akan makin tinggi. Hal lain yang dapat menjurus pada alergi adalah merokok, polusi, infeksi, dan hormon. 

    Pada tahap awal, dokter akan menanyakan detail gejala, frekuensi serta waktu kemunculan, dan pemicu alergi yang Anda alami. Dokter juga akan memeriksa bagian tubuh yang terkena dampak alergi. Jika alergen Anda belum diketahui dengan pasti lewat pemeriksaan awal, dokter biasanya akan menganjurkan beberapa tes untuk evaluasi lebih lanjut. 

    Tes tempel (patch test) merupakan salah satu tes untuk mendiagnosa alergi yang cukup aman dan tidak bersifat invasif. Dalam test tempel, satu jenis alergen akan diletakkan pada tempat tertentu, lalu ditempelkan pada kulit selama dua hari sambil memantau reaksi kulit. Tes tempel digunakan untuk mengevaluasi dermatitis kontak.

    Pada tes tusuk kulit, kulit pasien akan ditetesi cairan alergen yang umum lalu ditusuk secara halus dan pelan-pelan dengan jarum untuk melihat reaksinya. Jika pasien mengalami alergi terhadap substansi tersebut, benjolan merah dan gatal akan muncul di kulit dalam waktu 15 menit.

    Tes tusuk kulit ini biasanya digunakan untuk memeriksa jenis alergi pada makanan dan obat-obatan tertentu, alergen di udara, serta racun dari serangga. Tes ini termasuk aman dan dapat digunakan pada semua orang. Selain tes tusuk kulit, tes tempel juga bisa dilakukan. Dalam test tempel, satu jenis alergen akan diletakkan pada tempat tertentu, misalnya plester, lalu ditempelkan pada kulit selama dua hari sambil memantau reaksi kulit. Tes tempel digunakan untuk mengevaluasi dermatitis kontak.

    Jenis tes darah yang digunakan adalah radioallergosorbent tests (RAST) yang akan mengukur kadar jenis IgE tertentu dalam darah. Tes darah mungkin dianjurkan bersamaan dengan atau untuk menggantikan tes tusuk kulit.

    Selain memeriksakan diri ke dokter, Anda juga dapat mengevaluasi pemicu alergi yang Anda atau anak Anda alami dengan memerhatikan jenis makanan yang dikonsumsi dan reaksi alergi yang ditimbulkannya terhadap tubuh. Jika alergi Anda dicurigai sebagai alergi makanan, maka tes lain yang dianjurkan adalah tes eliminasi. Tes ini dilakukan dengan menghindari jenis makanan yang diduga menjadi alergen untuk melihat perbedaan reaksi dari gejala yang dialami. Lalu jenis makanan yang sama dicoba kembali setelah beberapa minggu untuk menantikan reaksi berikutnya. Dalam beberapa kasus, dilakukan juga tes tantangan makanan untuk melihat reaksi penderita dengan pengawasan ketat dari dokter. Selama tes ini, alergen diberikan  pada penderita secara bertahap. Meski berisiko mengalami reaksi alergi yang parah, cara ini termasuk paling akurat dalam menentukan alergi makanan.

    Selain memeriksakan diri ke dokter, Anda juga dapat mengevaluasi pemicu alergi yang Anda atau anak Anda alami dengan memerhatikan jenis makanan yang dikonsumsi dan reaksi alergi yang ditimbulkannya terhadap tubuh.


    Cara mengatasi dan mengantisipasi Alergi

    Selain untuk menghindari alergen, penanganan medis alergi dengan obat juga bertujuan untuk mengendalikan gejala-gejala alergi yang muncul. Banyak orang belum mengetahui jenis penyembuhannya dan barang yang digunakan. Jenis obat-obatan untuk alergi adalah:
    Antihistamin
    Obat ini bekerja dengan menghambat efek senyawa histamin dalam alergi. Antihistamin dapat digunakan dalam bentuk tablet, krim, cair, tetes mata, atau semprot hidung, tergantung dari area yang terkena alergi. Beberapa jenis antihistamin akan menimbulkan rasa kantuk setelah dikonsumsi. Maka dari itu hindari mengonsumsi antihistamin yang menyebabkan kantuk sesaat sebelum mengemudikan kendaraan atau mesin.
    Obat semprot kortikosteroid
    Obat ini efektif untuk menangani peradangan pada kasus alergi. Obat steroid ini bisa didapat dalam bentuk semprot hidung, tetes mata, krim, inhaler, dan tablet.  Efek samping yang ditimbulkan lebih sedikit dibandingkan kortikosteroid dalam bentuk tablet, karena hanya bekerja di satu area tertentu dan sedikit yang terserap tubuh.
    Dekongestan
    Selain tablet dan kapsul, obat ini juga tersedia dalam bentuk obat tetes atau semprot hidung. Dekongestan berguna untuk membantu melegakan hidung tersumbat. Obat ini hanya dianjurkan untuk pemakaian jangka pendek (kurang dari satu minggu).
    Penghambat leukotriena
    Leukotriena adalah senyawa yang dapat menyebabkan pembengkakan pada saluran pernapasan saat terjadi reaksi alergi. Obat ini berfungsi untuk menghambat efek leukotrien. Obat ini dapat digunakan dalam bentuk tablet.
    Jika menderita alergi yang parah atau yang tidak bisa disembuhkan dengan pengobatan lain, dokter dapat menganjurkan imunoterapi alergen (desentilisastion). Dalam terapi ini, dosis alergen dalam jumlah kecil diberikan pada pasien melalui suntikan, tetesan (drop) atau tablet yang ditaruh di baawh lidah. pemberian alergen ini dilakukan selama beberapa tahun. Tujuannya adalah membiasakan tubuh dengan alergen tersebut sehingga tidak bereaksi berlebihan. Meski tidak menyembuhkan secara total, ini akan membuat gejala alergi semakin ringan.

    Penanganan Untuk Anafilaksis, Jika alergi anda memiliki kemungkinan untuk menyebabkan serangan anafilaksis, anda dianjurkan untuk selalu membawa suntikan epinerfin yang diresepkan dokter dan gunakan suntikan tersebut dalam keadaan darurat. Anda juga bisa mengenakan gelang atau kalung penanda alergi jika memungkinkan supaya jika anafilaksis terjadi, orang-orang disekitar akan tahu penyebabnya dan bertindak secepat mungkin.

    Jenis-jenis pencegahan Alergi

    Pencegahan alergi tergantung pada alergennya. Yang efektif dalam hal pencegahan alergi dengan menghindari pemicunya. Namun tidak semua pemicu alergi dapat dihindari dengan mudah seperti tungau debu, hewan piaraan atau makanan. Beberapasaran berikut ini dapat membantu mencegah alergi.

    Alergi tergantung pada alergen dan pencegahannya
    • Dengan mengoleskan lotion penolak serangga saat sedang diluar ruangan dan gunakanlah pakaian tertutup
    • Kurangi parfum yang bisa menarik perhatian serangga.
    • Manfaatkan masker saat akan keluar rumah
    • Jaga kebersihan rumah terutama ruangan yang sering digunakan agar tidak ada tungau debu.
    • Jangan gunakan kemoceng, alergen dapat tersebar
    • Gunakan alat penyedot debu atau cairan pembersih untuk membersihkan perabotan
    • Buka jendela atau pintu udara agar sirkulasi lancar sehingga ruangan tidak lembab
    • Tempatkan hewan peliharaan di luar rumah 
    • Hindari menjemur pakaian di dalam rumah
    Mencegah Anafilaksis adalah yang mutlak dilakukan bagi setiap orang, jika alergi kambuh dan tidak diobati waspadailah diri anda, karena anda beresiko kehilangan kesadaran atau bahkan kematian. Anda disarankan untuk selalu membawa dua dosis suntikan epinerfin agar bisa langsung dipakai jika serangan anafilaksis terjadi.

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar