Sabtu, 22 April 2017

Mengetahui Tentang Penyakit Alzheimer

Kondisi kelainan yang ditandai dengan penurunan daya ingat yang biasa dikenal dengan Alzheimer yaitu penurunan kemampuan berpikir dan berbicara, serta perubahan perilaku pada penderita akibat gangguan di dalam otak yang sifatnya progresif atau perlahan-lahan.
Pada awalnya seseorang yang terkena penyakit Alzheimer biasanya akan terlihat mudah lupa, seperti lupa nama benda atau tempat lupa mengenai kejadia-kejadian yang belum lama terlewati, dan lupa tentang isi percakapan yang belum lama dibicarakan bersama teman atau orang lain.

Penderita Alzheimer kemudian akan kesulitan melakukan perencanaan seiring dengan perkembangan waktu. Kesulitan bicara atau menuangkan sesuatu ke dalam bahasa, sulit untuk membuat keputusan, kerap terlihat bingung, mengalami gangguan kecemasan dan penurunan suasana hati, tersesat pada tempat yang tidak asing, mudah curiga, agresif dan penuntut. Jika dalam kondisi yang para penderita Alzheimer bisa mengalami delusi dan halusinasi, serta tidak mampu melakukan aktivitas atau bahakan tidak mampu bergerak tanpa dibantu orang lain.

Faktor yang bisa meningkatkan resiko seseorang terkena penyakit Alzheimer salah satunya adalah gaya hidup yang tidak sehat, berjenis kelamin wanita, memiliki usia diatas 65 tahun, memiliki darah keturunan yang sakit Alzheimer, memiliki riwayat penyakit jantung dan pernah mengalami luka berat di kepala.

Diagnosis dan pengobatan penyakit Alzheimer

Penting bagi dokter dalam mendiagnosis penyakit Alzheimer untuk menanyakan gejala apa yang dialami pasien. Apakah pasien sering lupa, mengalami perubahan perilaku, Sering kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari dan bicara tidak jelas adalah hal yang akan ditanyakan dokter ketika akan mediagnosis penyakit Alzheimer. Melalui CT scan atau MRI mungkin akan ditawarkan oleh dokter untuk melihat adanya perubahan signifikan di dalam otak apabila pasien dicurigai menderita Alzheimer.

Pengobatan penyakit Alzheimer dalam kasus ini bertujuan untuk memperlambat perkembangan gejalanya saja karena penyakit ini belum bisa disembuhkan. Selain dengan diberikannya obat-obatan penganannya melaui stimulasi kognitif juga harus diterapkan guna memperbaiki ingatan penderita, memulihkan kemampuannya dalam bercakap dan memecahkan masalah serta dapat membantunya memperbaiki kemampuan bercakap.

Pengidap Alzheimer pada umumnya setelah gejala muncul hidup sekitar 8-10 tahun setelah gejala muncul, namun ada juga beberapa penderita lain yang bisa hidup lebih lama dari itu. meski pengidap Alzheimer belum ada obatnya bentuk-bentuk penangan yang ada saat ini bertujuan untuk memperlambat perkembangan kondisi serta meredakan gejala-gejalanya.

Sebab itu, segeralah konsultasikan dengan dokter apabila anda sudah mengalami perubahan atau anda khawatir mengidap demensia. Alzheimer yang dapat terdiagnosis sejak dini memberikan anda lebih banyak waktu untuk melakukan persiapan serta perencanaan untuk masa depan. Di lain itu anda akan mendapatkan penganan medis yang lebih cepat agar bisa dimanfaatkan.

Penyakit Alzheimer bisa dicegah dengan berbagai cara, beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk mencegah penyakit Alzheimer di antaranya dengan menurunkan resiko terkena penyakit jantung menjaga berat badan tetap sehat, mengonsumsi makanan sehat, rajin berolahraga, mengurangi konsumsi minuman beralkohol, berhenti merokok, menjaga rutin otak agar tetap aktif bekerja serta rajin konsultasikan diri ke dokter.


Gejala-Gejala Alzheimer

Perkembangan gejala penyakit Alzheimer dibagi menjadi tiga tahap, iaitu tahap pertama, tahap pertengahan dan tahap terakhir. Gejalanya Alzheimer umumnya akan sulit dikenali karena kemungkinan penderita akan mengira penurunan daya ingat sebagai hal yang lumrah seiring efek perkembangan usia. Akan tetapi ketika gejala memasuki tahap lebih lanjut dampak signifikan akan mulai nampak pada diri dan perilaku penderita.

Berkembangnya gejala penyakit Alzheimer memiliki tingkat kecepatan yang berbeda-beda pada tiap penderita, umumnya gejala akan berkembang secara perlahan-lahan selama beberapa tahun kedepan.
Contoh-contoh gejala penyakit Alzheimer di tahap awal yang bisa menjadi tanda peringatan bagi anda, Berikut simaknya.
  • Lupa dengan nama benda atau tempat.
  • Lupa dengan kejadian-kejadian yang belum lama dialami
  • Lupa dengan hal-hal yang belum lama dibicarakan dengan orang lain
  • Kerap tersesat di tempat atau daerah yang seharusnya sudah familiar
  • Salah meletakan barang (sebagai contoh meletakan baju di dalam lemari pendingin)
  • Suka lupa menggunakan suatu barang
  • Kesulitan dalam menulis
  • Sering mengulang pertanyaan yang sama
  • Kesulitan merangkai kata-kata dalam berkomunikasi
  • Terlihat kurang berenergi dan tidak antusias
  • Tampak seperti mengalami depresi
  • Enggan beradaptasi dengan perubahan
  • Tidak ingin melakukan hal-hal yang baru
  • Tidak minat lagi dengan kegiatan yang sebelumnya disukai
  • Waktu lebih banyak habis untuk menonton TV dan tidur daripada mengobrol dengan keluarga atau bersosialisasi.
  • Sulit membuat keputusan
Ketika memasuki tahap pertengahan, tingkat keparahan gejala penyakit Alzheimer yang sudah ada sebelumnya akan meningkat. Biasanya penderita yang sudah memasuki tahap ini perlu diberi perhatian ekstra dan mulai dibantu di dalam aktivitas kesehariannya, misalnya mandi, menggunakan toilet, berpakaian, dan makan. Berikut ini adalah contoh-contoh gejala penyakit Alzheimer pada tahap menengah.

Ketika sudah akan memasuki tahap pertengahan, tingkat keparahan gejala penyakit Alzheimer yang sudagh ada sebelumnya akan meningkat. Biasanya penderita yang sudah memasuki tahap ini membutuhkan perhatian ekstra dan mulai dibantu di dalam aktivitas kesehariannya. Contoh-contoh gejala penyakit Alzheimer pada tahp ini:
  • Sulit mengingat nama anggota keluarga sendiri atgau teman
  • Disorientasi dan meningkatnya rasa bingung
  • Bermasalah dalam hal berkomunikasi
  • Perubahan suasana hati yang makin sering terjadi
  • Gelisah, Frustasi, Cemas dan Depresi.
  • Penglihatan terganggu terkadang
  • Mulai berhalusinasi dan delusi
Setelah gejala melewati fase pertengahan dan masuk ke tahap akhir, penderita penyakit Alzheimer akan membutuhkan pengawasan dan bantuan secara total dari orang lain dalam hari-hari mereka. Tidak hanya penderita yang merasa sangat tertekan, tapi dapat juga dirasakan oleh orang-orang di sekitar mereka juga. Contoh-contoh gejala penyakit Alzheimer pada tahap akhir adalah:

Fase paling kritis dalam penyakit Alzheimer pada tahap akhir, penderita penyakit Alzheimer akan membutuhkan pengawasan dan bantuan secara total dari orang lain dalam hari-hari mereka. Tidak hanya penderita yang merasa sangat tertekan, tapi dapat juga dirasakan oleh orang-orang di sekitar mereka juga. Berikut contoh gejala pada tahap akhir penyakit Alzheimer:
  • Daya ingat semakin menurun
  • Kesulitan berkomunikasi dengan orang lain
  • Tidak bisa berkomunikasi dengan orang asing
  • Menderita penyakit infeksi
  • Berlaku kasar
  • Berat badan menurun secara signifikan
  • Tidak peduli akan kebersihan tubuhnya
  • Tidak mampu makan sendiri
  • Kesulitan menelan
Bersegeralah konsultasikan ke dokter apabila penyakit Alzheimer meningkat secara signifikan atau jika anda sendiri khawatir dengan penurunan daya ingat yang dirasakan.

Pencegahan Alzheimer

Pada umumnya, orang-orang yang pikiran dan fisiknya selalu aktif serta mereka yang suka bersosialisai tidak akan mudah terkena penyakit Alzheimer. Karena itu lakukanlah hal-hal menyenangkan yang dapat menstimulasi gerak tubuh dan pikiran anda. Misalnya dengan bermain musik, bermain yang dapat menstimulasi otak, menulis, membaca, belajar bahasa asing, berolahraga.

Penyakit jantung sering diakitkan dengan resiko mengidap penyakit alzheimer. Jika seseorang memiliki resiko tinggi terkena penyakit jantung, maka dirinya pun lebih rentan terkena penyakit Alzheimer. Karena itu, lakukanlah beberapa langkah berikut ini agar jantung tetap sehat dan terhindar dari resiko terkena penyakit Alzheimer.
  • Konsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang, kadar lemak dan kolesterolnya rendah
  • Stop merokok dan batasi konsumsi minuman beralkohol
  • Jika menderita stroke, diabetes, hipertensi atau kolesterol tinggi, teraturlah dalam mengonsumsi obat resep dokter
  • Jika anda mengalami obesitas, usahalah untuk menurunkan berat badan secara aman
  • Selalu rutin memeriksa tekanan darah
  • Olahraga rutin minimal 2,5 jam per minggu.

Penyebab Alzheimer

Sampai saat ini penyebab pasti penyakit Alzheimer belum diketahui secara pasti. Tapi para ahli yang melakukan penelitian mengemukakan bahwa di dalam otak penderita terjadi pengendapan protein beta-amyloid dan kekusutan neurofibril yang kusut akan merusak dan mematikan sel-sel otak sehingga akhirnya membuat ukuran otak menyusut saat proses tersebut berjalan, gejala akan tampak pada penderita yaitu berupa daya ingat berkurang perubahan suasana hati.
Berikut ini sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit Alzheimer.
Beberapa faktor yang bisa meningkatkan resiko seseorang terkena penyakit Alzheimer.
  • Umur
  • Berjenis kelamin wanita
  • Pernah mengalami cedera parah pada bagian kepala
  • Genetik
  • Mengidap sindrom down
Sejumlah faktor yang dapat meningkatkan resiko terkena penyakit Alzheimer selain faktor-faktor diatas. Karena itu, harap waspada jika anda sering terpapar asap rokok, jarang berolahraga, menderita kolesterol.

Cara Pengobatan

Sampai saat ini Alzheimer masih belum dapat disembuhkan secara total. Cara penganannya saat ini hanya bertujuan untuk meredakan gejala, memperlambat tumbuhnya penyakit, membuat pengidap dapat hidup mandiri.

Banyak berbagai jenis obat-obatan yang diresepkan oleh dokter untuk penyakit Alzheimer antara lain rivastigmine, galantamine, donepezil dan memantine. Obat ini mampu meredakan gejala demensia dengan cara meningkatkan kadar zat tertentu di dalam otak. 
Biasa digunakan untuk menangani penyakit Alzheimer dengan tingkat gejala awal hingga menengah. Rivastigne, Galantamine dan Donepezil termasuk kelompok yang mampu mencegah penurunan zat yang berperan dalam kemampuan belajar dan daya ingat otak). Sedangkan Memantine biasanya diresepkan bagi penderita Alzheimer dengan gejala tahap menengah.
    Selain melalui obat-obatan, pengobatan psikologis juga dapat diterapkan untuk menangani penyakit Alzheimer.

    Bukan hanya melalui obat-obatan, terapi psiklogis juga dapat diterapkan untuk menangani penyakit Alzheimer.
    • Stimulasi kognitif. Metode ini bertujuan meningkatkan daya ingat kemampuan berkomunikasi dan kemampuan dalam memecahkan masalah
    • Terapi relaksasi dan terapi perilaku kognitif. Metode seperti bertujuan mengurangi halusinasi dan kemampuan dalam memecahkan masalah.
    Apabila pengidap atau memiliki keluarga yang menderita penyakit ini lakukanlah cara ini untuk mencegahnya di rumah.

    • Buatlah catatan mengenai hal-hal yang ingn anda lakukan dan tempel catatan tersebut di pintu kulkas dekat televisi atau dimanapun yang mudah nampak.
    • Simpan kunci di tempat yang biasanya anda ingat dan mudah terlihat.
    • Kurangi jumlah cermin karena dapat membingungkan pengidap bahkan ketakutan
    • Atur perabotan rumah secara rapih

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar